Perumda Tirta Bhagasasi Perketat Pengawasan Digital, Potensi Gangguan Terdeteksi Lebih Awal

12 hours ago 13

Beranda Cikarang Perumda Tirta Bhagasasi Perketat Pengawasan Digital, Potensi Gangguan Terdeteksi Lebih Awal

ILUSTRASI: Pekerja menyelesaikan penyambungan pipa di Cikarang Pusat, beberapa waktu lalu. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kenyamanan masyarakat dalam mengakses air bersih sangat bergantung pada kondisi jaringan pipa bawah tanah. Untuk mengantisipasi gangguan pasokan akibat pipa pecah yang kerap tidak terlihat, Perumda Tirta Bhagasasi kini memperketat pengawasan digital melalui sistem District Meter Area (DMA).

Langkah ini diterapkan untuk mempercepat penanganan keluhan warga terkait penurunan debit air. Melalui sistem DMA, area pencarian titik kerusakan di bawah tanah dapat dipersempit, sehingga proses perbaikan oleh tim teknis bisa dilakukan lebih cepat dan sigap.

“Kami menerapkan sistem DMA supaya memperkecil zona dalam pencarian kebocoran pipa di bawah tanah. Jadi, akan lebih mudah karena zona pencariannya dipersempit,” kata Kepala Bagian Bagian Pengendalian Kehilangan Air (PKA) Perumda Tirta Bhagasasi, Hendry, Senin (15/6).

Menurutnya, pipa bocor sering kali baru disadari masyarakat ketika tekanan air mengecil atau bahkan mati total. Dengan teknologi ini, petugas dapat memprediksi potensi gangguan lebih awal sebelum dampaknya meluas ke rumah pelanggan.

Sistem ini bekerja dengan memantau volume air secara real time. Petugas membandingkan antara pasokan air yang keluar dari water meter induk di Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan total penggunaan pada meter pelanggan.

Selisih angka yang besar menjadi sinyal adanya kehilangan air akibat kebocoran di jaringan pipa. Meski efektif meningkatkan pelayanan, Hendry mengakui modernisasi jaringan ini masih dilakukan secara bertahap karena membutuhkan biaya besar.

“Sejauh ini, menerapkan sistem DMA cukup efektif mendeteksi kebocoran air. Namun, belum semua wilayah layanan telah dibangun DMA, karena persoalan anggaran yang besar. ‘Water meter’ yang digunakan merupakan water meter elektromagnetik yang harga sangat mahal,” tuturnya.

Selain pemantauan digital pada jaringan pipa utama, perlindungan terhadap hak konsumen juga dilakukan secara administratif. Tim PKA menelusuri potensi kebocoran di area pelanggan dengan membandingkan grafik pemakaian air bersih dan nominal tagihan berkala.

Langkah ini penting agar pelanggan tidak dirugikan akibat lonjakan tagihan yang disebabkan kebocoran yang tidak disadari. Saat melakukan penyisiran ke permukiman, petugas juga dibekali alat penguji akurasi meteran serta leak detector untuk mendeteksi kebocoran tanpa harus merusak banyak fasilitas umum atau jalan lingkungan.

“Dari data yang kami analisas tersebut setiap bulannya, dapat juga diketahui apakah terjadi kebocoran air atau tidak,” pungkasnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |