4 Keutamaan Ramadan Menurut Ustadz Adi Hidayat yang Perlu Diketahui, Apa Saja?

11 hours ago 13

Beranda Lifestyle 4 Keutamaan Ramadan Menurut Ustadz Adi Hidayat yang Perlu Diketahui, Apa Saja?

Ilustrasi Ramadan. Foto: Freepik.

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Bulan Ramadan merupakan salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam, penuh dengan keistimewaan yang tidak dimiliki bulan lainnya. 

Menurut kajian yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat melalui channel YouTube-nya @adihidayatofficial pada 18 Februari 2026, ada beberapa keutamaan Ramadan yang penting untuk diketahui setiap muslim. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Melahirkan “Junnah” atau Perisai dari Setan

Salah satu keutamaan Ramadan adalah puasa mampu menjadi “junnah”, yaitu perisai yang melindungi seorang hamba dari godaan setan. Hal ini sejalan dengan hadits shahih Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ
“Ash-shiyaamu junnatun” – Puasa adalah perisai.

Selain itu, perintah berpuasa telah dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa shiyaam atau puasa bukan sekadar menahan diri dari lapar dan haus, melainkan harus dilakukan dengan aturan dan ketentuan yang jelas, mencakup niat, waktu, dan amalan yang disertai kesungguhan. 

Dengan demikian, puasa menjadi perisai spiritual yang efektif melindungi seorang muslim dari godaan dunia dan setan.

2. Pelipatgandaan Pahala Tanpa Batas

Keutamaan berikutnya adalah pahala kebaikan yang dilipatgandakan secara luar biasa. Dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 160, Allah SWT berfirman bahwa setiap kebaikan dibalas minimal sepuluh kali lipat.

Namun di bulan Ramadan, pahala tidak hanya terbatas pada sepuluh kali lipat. Allah berfirman melalui hadits:

“As-shaum lii wa anaa ajzii bih” – Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.

Baca Juga: 5 Menu Sahur Sehat dan Mengenyangkan agar Kuat Puasa Seharian

Artinya, Allah SWT menentukan sendiri kadar pahala seorang hamba sesuai keikhlasan dan kesungguhan ibadahnya, sehingga tidak ada batas pasti bagi pahala yang dapat diraih selama Ramadan.

3. Ampunan Dosa Siang dan Malam

Ramadan juga merupakan bulan di mana ampunan Allah terbuka luas, baik di siang maupun malam hari. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Man shaama Ramadhaana iimanan wahtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzambih”

“Siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa kesempatan untuk mendapatkan ampunan ini sangat besar. Bahkan, mereka yang melewatkan Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan digolongkan sebagai orang yang merugi.

4. Doa Lebih Cepat Dikabulkan

Keutamaan lain dari Ramadan adalah doa hamba lebih mudah dikabulkan. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 186, Allah SWT berfirman:

“Wa idzaa sa-alaka ‘ibaadii ‘annii fa innii qariib…” – “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat; Aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Ku.”

Selain itu, hadits juga menyebutkan tiga golongan yang doanya sulit ditolak:

ثَلَاثةٌ لا تُرَدُّ دَعوَتُهُم – Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang dizalimi. Doa mereka diangkat ke langit dan Allah membukakan pintu-pintu langit untuk mereka.

Oleh karena itu, Ramadan menjadi waktu yang paling tepat untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan meningkatkan amal kebaikan.

Baca Juga: Niat dan Tata Cara Salat Tarawih dan Witir Lengkap di Bulan Ramadan

Dengan memahami keutamaan-keutamaan ini, setiap muslim dapat menjalani bulan Ramadan dengan lebih khusyuk, ikhlas, dan penuh kesadaran spiritual. 

Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan emas untuk memperkuat iman, mendapatkan ampunan, dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. (ce2)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |