‘The Last Tale’, Ini Alasan Reza Arap Mengakhiri Marapthon di Season 3

14 hours ago 14

Beranda Entertainment ‘The Last Tale’, Ini Alasan Reza Arap Mengakhiri Marapthon di Season 3

Marapthon Season 3 ‘The Last Tale’. Foto: Tangkap Layar/TikTok

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Program live streaming Marapthon kembali menjadi sorotan publik setelah resmi memasuki musim ketiga. Mengusung tajuk The Last Tale, musim ini bukan sekadar kelanjutan, melainkan penutup dari perjalanan panjang Marapthon, yang telah menghadirkan pengalaman streaming unik sejak tahun 2024.

Keputusan menutup Marapthon di musim ketiga tentu mengejutkan banyak penggemar. Marapthon selama ini dikenal sebagai salah satu format live streaming paling autentik di Indonesia. 

Tanpa skrip, durasi ekstrem, dan interaksi real-time yang intens bersama penonton membuat setiap sesi terasa personal dan berbeda dari live streaming pada umumnya.

Sejak kemunculannya, Marapthon hadir sebagai ruang digital yang fleksibel, bebas dari konsep kaku. Tidak ada rundown ketat, tidak terbatas jam tayang singkat, dan tidak terpaku pada satu jenis konten tertentu. Segala momen dibiarkan mengalir secara alami, menciptakan pengalaman yang organik dan spontan.

Penonton tidak hanya menjadi penikmat pasif, tetapi juga berperan aktif dalam memengaruhi arah obrolan melalui chat dan donasi. Interaksi ini yang membuat Marapthon terasa berbeda, seolah penonton ikut “nongkrong” langsung bersama para member.

Musim pertama Marapthon yang dimulai pada akhir 2024 berlangsung selama 34 hari, menghadirkan empat member inti: Reza Arap, Jot, Yuka, dan Garry. Musim kedua kemudian diperluas dengan sembilan member dan berakhir pada Maret 2025, menandai pertumbuhan komunitas yang semakin besar.

Baca Juga: Dituduh Raup Untung dari Wakaf Mushaf, Taqy Malik Siap Tabayyun Publik

Marapthon Season 3 resmi tayang mulai 8 Februari 2026 melalui kanal YouTube @ybrap. Musim ini dirancang berlangsung selama 100 hari dan langsung menarik perhatian ratusan ribu penonton sejak hari pertama.

Namun, di balik kesuksesan ini, musim ketiga sekaligus dipastikan menjadi musim terakhir Marapthon.

Keputusan mengakhiri Marapthon di puncak popularitas bukan tanpa alasan. Reza Arap menjelaskan bahwa setiap orang pada akhirnya akan memiliki jalan hidup masing-masing.

“Alasan utamanya karena semua akan punya hidupnya masing-masing,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa faktor usia, kesibukan, dan berkurangnya waktu untuk berkumpul bersama teman-teman terdekat menjadi pertimbangan penting. Ke depannya, pertemuan antar anggota Marapthon kemungkinan hanya terjadi di panggung musik. 

“Mentok paling kita ketemunya pas manggung,” jelas Reza Arap.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Marapthon bukan sekadar proyek konten, melainkan fase kehidupan yang ingin ditutup dengan cara terbaik.

Meski menjadi musim terakhir, Marapthon Season 3 tetap mempertahankan formasi member yang sama, termasuk Reza Arap, Jot, Yuka, Garry, Aloy, Tepe, Niko, Bravy, dan Ibot. 

Konsistensi ini menjaga chemistry antar member tetap terasa kuat, membuat obrolan mengalir natural, penuh canda, refleksi, dan momen emosional yang menjadi daya tarik utama Marapthon.

Banyak penggemar memandang keputusan Reza Arap mengakhiri Marapthon sebagai langkah yang matang. Program ini ditutup saat masih dicintai, saat namanya berada di puncak popularitas, dan sebelum kehilangan makna.

Baca Juga: Dituding Nakal dan Seks Bebas, Jennifer Coppen: Saat Mengandung Kamari Hidupku Berubah

Bagi penonton setia, Marapthon Season 3 bukan sekadar tontonan, melainkan perpisahan emosional dengan ruang digital yang telah menemani hari-hari mereka selama bertahun-tahun. 

Dengan The Last Tale, Marapthon resmi menutup kisahnya, bukan sebagai konten yang hilang dimakan waktu, tetapi sebagai karya yang akan selalu dikenang. (ce2)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |