Beranda Berita Utama Dampak Kenaikan Harga Plastik, Pengusaha Warteg di Bekasi Terjepit
MAKAN: Pengunjung warteg tengah menikmati menu yang mereka pesan. Surya/radar bekasi
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dampak kenaikan harga plastik mulai merembet ke berbagai komoditas. Pelaku usaha kuliner, seperti Warung Tegal (warteg), ikut terkena imbasnya. Mereka harus menyiasati kenaikan biaya di tengah risiko menaikkan harga jual.
Harga plastik di Bekasi naik 50 hingga 60 persen sejak konflik di Timur Tengah memanas.
“Rata-rata kenaikan sekitar 60 persen. Seperti Plastik PE ukuran setengah kg yang sebelumnya Rp9 ribu jadi Rp16.500,” kata pelaku usaha Warteg di Kota Bekasi, Muhammad Saefudin, Rabu (15/4).
Kenaikan itu memicu efek domino. Sejumlah bahan baku warteg ikut naik sekitar 10 persen, seperti kertas nasi, ayam potong, dan sayur-mayur.
“Seperti bungkus nasi ini tidak terlalu (besar kenaikannya), yang signifikan itu yang riil plastik,” ucapnya.
Untuk menekan biaya, pedagang mulai mengubah cara pengemasan. Jika sebelumnya setiap lauk dibungkus terpisah, kini beberapa item digabung dalam satu plastik.
“Kalau saya di warteg biasanya ada yang minta satu item satu plastik, saya siasati jadi satu. Misalnya mi sama kentang itu bisa dicampur,” ujarnya.
Menurutnya, menaikkan harga jual tiap menu sangat beresiko untuk kelangsungan bisnis Warteg. Pasalnya, dua bulan belakangan omzetnya tidak mengalami kenaikan.
“Menaikkan harga itu sangat beresiko, karena kalau Warteg itu kenaikan harga seribu saja per item sangat berpengaruh,” tambahnya.
Kemarin, keluhan mengenai naiknya harga plastik diterima oleh Dirut Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani dari pedagang di Pasar Baru Bekasi. Pedagang mengelukan kenaikan harga plastik yang berkisar 40 sampai 50 persen dari harga normal.
Ia menyebut pemerintah tengah mencarikan solusi melonjaknya harga plastik di dalam negeri.
“Namun dari pemerintah, kita akan carikan solusi supaya segera dapat alternatif dukungan biji plastik dari luar, sehingga harga plastik kembali normal,” ungkapnya.
Untuk barang-barang tertentu, ia menyarankan khususnya kepada pedagang kecil untuk memanfaatkan kertas bekas sebagai alternatif pengganti plastik.
“Kami sementara mensosialisasikan kepada pedagang-pedagang kecil, mungkin sebagai alternatif awal dulu kita sarankan menggunakan kemasan kertas,” katanya. (sur)

21 hours ago
17

















































