RADARBEKASI.ID, BEKASI — Sebanyak 82,47 persen publik menilai Dadan Hindayana patut dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Hasil tersebut tergambar dalam polling yang digelar sembilan media di bawah Metropolitan Grup, yakni Pojoksatu.id, Metropolitan.id, Metro Bogor, Radar Bandung, Radar Bekasi, Radar Depok, Radar Cianjur, Radar Sukabumi, dan Radar Karawang.
Polling dilakukan melalui tiga platform media sosial masing-masing media, yaitu TikTok, Instagram, dan Facebook, selama 24 jam penuh. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (13/4/2026) pukul 19.00 WIB hingga Rabu (15/4/2026) pukul 19.00 WIB.
Selama periode tersebut, tercatat 54.421 akun ikut berpartisipasi sebagai responden dengan total 989.954 tayangan.
Dalam polling ini, hanya disediakan satu pertanyaan: “Bagaimana menurut kamu kinerja Kepala BGN Dadan Hindayana?”. Adapun pilihan jawaban terdiri dari “Memuaskan”, “Mengesalkan/Mengecewakan”, dan “Patut Diganti”.
Hasilnya, sebanyak 82,47 persen atau 44.883 responden memilih “Patut Diganti” sebagai penilaian terhadap kinerja Dadan Hindayana.
Sementara itu, 15,63 persen atau 8.504 akun menilai kinerjanya sudah memuaskan. Adapun sisanya, 1,9 persen responden menyebut kinerjanya mengesalkan.
Ketua Forum Pemred Metropolitan Grup, Azam Munawar, mengatakan pihaknya sengaja menggelar polling untuk mengangkat isu-isu aktual melalui akun media sosial seluruh perusahaan media dalam grup. Dengan demikian, publik yang bisa dijangkau pun menjadi lebih luas dari berbagai daerah.
“Media sosial saat ini menjadi salah satu platform yang mendominasi dalam semua kegiatan publik. Perkembangannya juga sudah sangat pesat,” ujarnya, Kamis (16/4).
BACA JUGA: Kepala BGN Dadan Hindayana Kerap Disorot Publik Sejak Awal Menjabat
Sebagai informasi, ada beberapa perusahaan media di bawah naungan Metropolitan Grup. Antara lain, Pojoksatu.id, Metripolitan.id, Metro Bogor, Radar Bandung, Radar Bekasi, Radar Depok, Radar Cianjur, Radar Sukabumi dan Radar Karawang.
Masing-masing perusahaan memiliki media sosial berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Facebook hingga Youtube dengan jumlah pengikut dengan rincian:
1. TikTok
– Pojoksatu.id: 10,5 juta
– Metropolitan.id: 5,9 juta
– Metro Bogor: 147,5 ribu
– Radar Bandung: 9,4 juta
– Radar Bekasi: 8,3 juta
– Radar Depok: 135,9 ribu
– Radar Cianjur: 8,8 juta
– Radar Sukabumi: 6,1 juta
– Radar Karawang: 4,8 juta
2. Instagram
– Pojoksatu.id: 138 ribu
– Metropolitan.id: 62,8 ribu
– Metro Bogor: 68,9 ribu
– Radar Bandung: 159 ribu
– Radar Bekasi: 54,1 ribu
– Radar Depok: 65,8 ribu
– Radar Cianjur: 213 ribu
– Radar Sukabumi: 99,2 ribu
– Radar Karawang: 61 ribu
Polling di media sosial juga sengaja dipilih agar bisa melantangkan pendapat publik yang selama ini tidak terakomodir atau dianggap sekedar curhat.
Dulu, kata Azam, media sosial memang hanya dianggap sebagai platform untuk menyampaikan hal yang bersifat pribadi atau hal-hal sederhana lainnya.
Namun dalam perkembangannya, media sosial kini telah bertransformasi menjadi platform yang tidak hanya menjadi tempat curhat.
Melainkan telah menjadi platform yang cukup berpengaruh untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, kritik dan gagasan, sosialisasi program dan lainnya, dengan cukup mudah dan tanpa ribet.
Bahkan sebuah opini publik bisa dibangun dan digaungkan dengang mudah serta cepat hanya melalui media sosial.
“Suara-suara inilah yang ingin kami jaring dan akomodir untuk kemudian disampaikan melalui produk jurnalistik,” terang dia.
Ke depan, polling serupa akan terus dilakukan media di bawah naungan Metropolitan Grup secara rutin.
“Kami gelar setiap pekan dengan mengangkat isu-isu yang sedang ramai dan hasilnya bisa dilihat langsung oleh publik,” tandas Azam. (*)

5 hours ago
11

















































