Beranda Cikarang "Terowongan Sapi" di Bawah Tol Japek Pangkas Waktu Perjalanan
TEROWONGAN SAPI: Pengendara melintasi "terowongan sapi" di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Selasa (17/2). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Di balik megahnya konstruksi jalan tol Jakarta–Cikampek dan pesatnya pembangunan kawasan industri di Kabupaten Bekasi, terselip sebuah jalur alternatif yang menjadi urat nadi bagi ribuan pengendara. Warga setempat menjulukinya sebagai “Terowongan Sapi”.
Terowongan beton yang terletak di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, ini bukan sekadar lorong gelap, melainkan jalur strategis yang menghubungkan Jalan Inspeksi Kalimalang dengan kawasan Deltamas hingga Desa Sukamahi. Bagi para pekerja pabrik di Deltamas dan Greenland International Industrial Center (GIIC), jalur ini menjadi “penyelamat” di tengah padatnya lalu lintas harian untuk menghindari Jalan Tegal Danas yang kerap macet.
Berdasarkan pantauan, banyak pengendara yang hendak menuju kawasan industri maupun Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi lebih memilih melintasi terowongan ini daripada harus memutar melalui persimpangan Tegal Danas. Alasannya sederhana, yakni efisiensi waktu, meski kondisi jalannya belum sebaik jalur utama.
“Kalau lewat sini bisa pangkas waktu sampai 20 menit. Bayangkan kalau harus lewat Tegal Danas saat jam berangkat atau pulang kantor, macetnya luar biasa,” ucap seorang pengendara motor yang melintas, Muhammad Aji (36) kepada Radar Bekasi.
Aji yang berdomisili di Karawang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk menuju kawasan GIIC tempatnya bekerja. Meski jalannya masih berupa tanah dan berbukit, minimnya kepadatan lalu lintas membuatnya tetap memilih rute ini. Namun saat musim hujan tiba, ia enggan melintas karena jalur menjadi licin dan berubah menjadi kubangan.
“Kalau musim panas aja lewat sini. Kalau hujan lewat Tegal Danas tapi berangkatnya agak pagian karena pasti macet parah. Pengalaman saya pernah kejebak macet sampai 30 menit gak bergerak,” tambahnya.
Meski kini didominasi deru mesin sepeda motor para pekerja, terowongan ini menyimpan jejak sejarah. Julukan “Terowongan Sapi” melekat karena dulunya menjadi akses utama para peternak lokal.
Dedi (54), seorang penggembala yang telah puluhan tahun beraktivitas di wilayah tersebut, mengenang masa sebelum kawasan industri berdiri.
“Jalan itu udah lama jadi akses warga buat ngangon jauh sebelum ada Deltamas. Saya setiap hari lewat jalan ini ngangon kambing karena masih banyak rumput-rumput liar di pinggir tol,” tutur Dedi.
Menurut Dedi, lanskap wilayah tersebut telah berubah total. “Dulu di sini itu ada permukiman sama sawah sebelum dibangun jadi kawasan Deltamas. Sekarang sudah jadi gedung-gedung semua,” pungkasnya. (ris)

23 hours ago
17

















































