Beranda Berita Utama Puluhan Anggota Linmas Geruduk Kantor Pemkot Bekasi, Protes Ucapan Kepala Satpol PP
PROTES: Puluhan Anggota Linmas saat menggeruduk komplesk perkantoran Wali Kota Bekasi, Senin(4/5).
RADARBEKASI.ID, BEKASI -Puluhan anggota satuan tugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) menggeruduk Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Senin (4/5). Mereka menyayangkan pernyataan Kepala Satpol PP Kota Bekasi dalam sebuah rekaman suara yang sempat beredar. Namun, aksi tersebut belakangan disebut terjadi akibat kesalahpahaman.
Anggota Linmas meminta agar pejabat tidak lagi mengeluarkan pernyataan yang dinilai merendahkan kerja Linmas. Salah satu anggota Linmas, Edi, mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya bekerja tidak hanya 12 jam, melainkan siang dan malam.
“Linmas itu bekerja siang dan malam untuk menjaga kelurahan dan patroli wilayah,” katanya.
Sementara itu, gaji yang mereka terima sebesar Rp1 juta per bulan plus beras 10 kg dinilai tidak sebanding dengan beban kerja di lapangan.
“Intinya saya mohon jangan diulangi lagi para pimpinan, kami ini orang lemah, rakyat kecil, kami ini mengabdi untuk Kota Bekasi, untuk negara,” tambahnya.
Sementara, Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Nesan Sujana, menyebut reaksi anggota Linmas dipicu oleh kesalahpahaman. Menurutnya, pernyataan terkait jam kerja Linmas disampaikan dalam forum internal Satpol PP dan telah diluruskan kepada pihak terkait.
Peristiwa itu berawal saat ia berkeliling ke beberapa tempat pada Kamis (3/4), namun tidak menjumpai anggota Linmas di lokasi. Tempat-tempat tersebut kata dia, dipandang perlu pemantauan dan pengawasan seperti Danau Duta, Alun-alun Hasibuan, Plaza Candrabhaga, Hutan Kota hingga kawasan Kalimalang.
“Itu terjadi lebih kepada kesalahpamahaman,” katanya.
Selain Linmas, penugasan untuk berjaga di tempat-tempat tersebut juga berlaku untuk anggota Satpol-PP, masing-masing 4 orang Linmas dan tujuh sampai delapan orang anggota Satpol-PP. Nesan mengaku telah menyesuaikan jarak wilayah kecamatan dengan objek yang menjadi lokasi penugasan.
Jumlah Linmas di tiap kelurahan sebanyak 31 orang, secara teknis menurut Nesan bisa dilaksanakan bergantian sehingga tidak setiap hari masing-masing anggota Linmas harus berjaga selama 12 jam di lokasi-lokasi tersebut.
“Kita memiliki 56 kelurahan, kalau satu hari satu kelurahan, ketemunya dua bulan sekali. Makanya itu salah pemahaman, itu kan intruksi saya untuk pejabat di Satpol-PP,” ungkapnya.
Ia meyakini skema penugasan Linmas dan Satpol-PP di lima lokasi tersebut telah dipertimbangkan secara matang.
Saat disinggung mengenai kesejahteraan Linmas, ia menyampaikan pada tahun 2026 ini gaji Linmas telah dinaikkan menjadi Rp1 juta dari tahun sebelumnya Rp500 ribu per bulan plus beras. (sur)
)

15 hours ago
15

















































