Penomoran Perda LP2B Tersendat 

1 hour ago 6

BAJAK SAWAH: Petani terlihat membajak sawah di Tambelang, Kabupaten Bekasi belum lama ini. Penomoran Perda LP2B mengalami hambatan sehingga regulasi tersebut belum dirasakan manfaatnya oleh petani. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi menyoroti lambatnya proses penomoran Peraturan Daerah (Perda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang telah disahkan dalam rapat paripurna pada 2025.

Perda yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani itu belum bisa dirasakan manfaatnya karena hingga kini belum memiliki nomor resmi, termasuk belum ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati (Perbup).

“Kita berharap dengan adanya Perda LP2B, keberpihakan terhadap Pemerintah Daerah terkait dengan pembangunan sektor pertanian, berimbas positif. Tapi setelah kita paripurnakan belum terasa sama sekali imbas positifnya, seperti halnya belum ada Perda,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam, kepada Radar Bekasi, Senin (4/5).

Sebagai anggota panitia khusus (pansus) LP2B, ia mendorong agar proses penomoran segera dipercepat dan dilanjutkan dengan penerbitan Perbup. Ia menyebut Dinas Pertanian telah mengirimkan nota dinas, namun perkembangan proses penomoran belum diketahui secara pasti.

“Saya secara detail enggak begitu paham kendalanya dimana, karena tugas Pansus sebenarnya sudah selesai. Cuma kalau melihat kondisi Kabupaten Bekasi seperti ini, mungkin salah satu kendalanya disitu,” ungkapnya.

SPolitikus Partai Gerindra itu juga menyoroti pagu anggaran Dinas Pertanian pada 2026 yang justru menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut disebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran.

“Saya harapkan meningkat, tapi justru kalau kita lihat dari budget anggaran Dinas Pertanian itu dibawah (turun) dibandingkan 2025,” tuturnya.

Politikus yang juga mengemban jabatan sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bekasi itu menyampaikan, hasil panen pada awal 2026 mengalami peningkatan, meski tidak merata akibat terdampak banjir pada masa tanam.

“Panen tahun ini alhamdulillah hampir seluruh wilayah itu ada peningkatan, cuma kendalanya kemarin ada pergeseran waktu saja, mundur akibat banjir. Jadi baru sebagian yang panen, dan hasilnya meningkat. Tapi petani belum merasakan adanya Perda LP2B,” ucapnya. (pra)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |