Beranda Cikarang Perbaikan Tugu Bambu Runcing Rampung, Bentuknya Tak Bisa Kembali Seperti Semula
RAMPUNG DIPERBAIKI: Pengendara melintasi Tugu Bambu Runcing di pertigaan Warung Bongkok, Jalan Imam Bonjol, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Minggu (3/5). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perbaikan Tugu Bambu Runcing di pertigaan Warung Bongkok, Jalan Imam Bonjol, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, telah rampung. Namun, bentuknya tidak kembali ke semula.
Perbaikan dilakukan secara swadaya oleh sekitar 10 warga selama sepekan dengan anggaran Rp10 juta. Sebelumnya, tugu mengalami kerusakan cukup parah pada bagian fondasi akibat tertabrak kendaraan.
“Dari awal semua fondasinya di-repair dulu besinya karena bengkok parah. Ternyata karena tidak bisa normal lagi, ya sudah ditutup saja bagian yang rusak. Itu hampir seminggu baru dicat lagi. Memang tidak bisa kembali normal (lurus) seperti awal karena biayanya terbatas,” kata Eko Jatmiko, cucu dari Arnain tokoh veteran Cibitung Pejuang Bekasi, Rabu (29/4).
Eko menjelaskan, struktur dalam tugu menggunakan besi cakar ayam yang cukup kokoh. Hal itu justru menyulitkan proses perbaikan.
“Itu paling sulit untuk dinormalin lagi. Buat dilihat lurus sudah dicoba, tapi kalau dipecahkan (fondasinya) malah bisa rubuh,” tambahnya.
Secara historis, Tugu Bambu Runcing ini tercatat sebagai Diduga Objek Cagar Budaya (ODCB). Keberadaannya juga disebut dalam buku Seri Lintas Sejarah Angkatan Darat 1977 karya Husein Kamali. Namun, nilai sejarah tersebut kini berhadapan dengan kondisi jalan nasional yang mengelilingi tugu.
Dahulu, tugu berdiri di pinggir jalan. Seiring pelebaran akses, posisinya kini berada di tengah badan jalan. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat bahwa simbol perjuangan tersebut justru dianggap sebagai hambatan lalu lintas.
“Dibikin bunderan contoh tuh tugu yang di Jogja, dia kan ada di tengah terus gitu juga karena itu melalui jalan nasional,” ucap Eko.
Ia berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun pemerintah pusat untuk menata kawasan tersebut. Tidak hanya menjaga keberadaan tugu, tetapi juga menambah penerangan serta mengatur jam operasional truk yang melintas.
“Kami ingin Tugu Bambu Runcing Warung Bongkok ada perhatian. Harapannya bisa seperti wacana jalur heritage mulai dari Gedung Juang hingga Pasar Cikarang, peninggalannya dijaga seperti model Kota Tua di Jakarta,” pungkas Eko. (ris)

14 hours ago
15

















































