RADARBEKASI.ID, PYONGYANG – Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Jepang pada Minggu (20/9/2026). Peluncuran tersebut menjadi aksi penembakan rudal balistik kedua Pyongyang sepanjang September dan mendorong Jepang menyampaikan protes keras kepada negara tersebut.
Dilansir dari Kyodo, Minggu (20/9/2026), militer Korea Selatan mengatakan rudal balistik jarak pendek itu ditembakkan dari wilayah sekitar Wonsan, Provinsi Kangwon, Korea Utara, masing-masing sekitar pukul 15.00 dan 17.50 waktu setempat.
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan kedua rudal tersebut diyakini jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang. Tidak ada laporan mengenai kerusakan maupun korban luka akibat peluncuran tersebut.
Menurut militer Korea Selatan, rudal pertama terbang sejauh sekitar 450 kilometer, sedangkan rudal kedua menempuh jarak lebih dari 600 kilometer.
BACA JUGA: Gelombang Panas Ekstrem Landa Korea Selatan, 12 Orang Dilaporkan Tewas
Peluncuran terbaru itu terjadi setelah Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik ke arah Laut Jepang pada 12 September. Pyongyang menyebut aksi tersebut sebagai bagian dari latihan daya tembak gabungan yang melibatkan berbagai senjata, termasuk rudal balistik, rudal jelajah, dan drone serang.
Peluncuran rudal pada Minggu berlangsung di tengah kritik terbaru Korea Utara terhadap Amerika Serikat melalui media resmi negara tersebut.
Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang memiliki pengaruh besar, mengeluarkan pernyataan bertanggal Kamis (17/9/2026).
Dalam pernyataan itu, ia mengisyaratkan bahwa Pyongyang dapat mengambil tindakan balasan sebagai respons terhadap latihan angkatan laut multinasional yang dipimpin Amerika Serikat, Pacific Vanguard.
Wakil Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Kang Il juga mengkritik latihan militer gabungan di sekitar Semenanjung Korea pada Kamis. Kritik tersebut disampaikan dalam konferensi keamanan internasional di Beijing, Tiongkok.
Jepang Layangkan Protes melalui Jalur Diplomatik
Di Tokyo, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan pada Minggu bahwa pemerintah Jepang telah menyampaikan protes keras kepada Korea Utara melalui jalur diplomatik di Beijing. Jepang dan Korea Utara tidak memiliki hubungan diplomatik.
“Kami mengutuk keras” peluncuran tersebut, kata Koizumi kepada wartawan.
“Apa pun motivasi Korea Utara, pengembangan nuklir dan rudal mereka mengancam perdamaian serta keamanan Jepang, kawasan, dan komunitas internasional. Tindakan tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan dan sama sekali tidak dapat diterima,” ujar Koizumi.
Peluncuran dua rudal tersebut menambah ketegangan keamanan di kawasan Asia Timur, khususnya di tengah kritik Pyongyang terhadap latihan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan negara-negara mitranya. (jpc)

17 hours ago
13

















































