Kerap Kebanjiran, Pemkot Bekasi Bakal Tertibkan Rumah Warga Gang Mawar di Bantaran Kali Bekasi

2 days ago 19

Beranda Metropolis Kerap Kebanjiran, Pemkot Bekasi Bakal Tertibkan Rumah Warga Gang Mawar di Bantaran Kali Bekasi

TINJAU: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau dapur umum di Gang Mawar, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (30/1). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Permukiman warga yang berdiri di bantaran kali di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, bakal ditertibkan menyusul banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Terbaru, banjir kembali merendam permukiman warga pada Jumat (30/1) pagi dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 hingga 70 sentimeter.

Banjir terjadi akibat meningkatnya debit air kiriman dari hulu. Luapan air sungai dengan cepat masuk ke kawasan permukiman yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS), membuat aktivitas warga terganggu dan memaksa sebagian warga menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Yarkasih Mengandalkan Rumah Panggung Hadapi Luapan Kali Bekasi

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang meninjau langsung lokasi banjir menjelaskan, wilayah tersebut memang sangat rentan terdampak ketika aliran air dari Bogor melalui Kali Cileungsi dan Kali Cikeas mengalami peningkatan.

“Hari ini saya melihat wilayah yang memang terdampak kalau kemudian air dari Bogor dari Cileungsi Cikeas itu besar dan tadi sudah sepakat kita bawa ketinggian air di pertemuan kali Cileungsi dan Cikeas yang kita sebut sebagai p2c itu ketinggian 500 ini udah pasti naik dan sementara top level yang kita pernah alami itu bisa sampai 850-an, itu tahun lalu,” kata Tri.

Ia menegaskan, ketika ketinggian air mendekati level ekstrem, dampak banjir ke permukiman akan jauh lebih besar.

“Dampaknya tadi sudah kita lihat bagaimana masuk ke wilayah, jadi kalau 850 akan lebih tinggi banyak air,” ujarnya.

Untuk menekan risiko banjir berulang, Tri menyebut telah menyepakati sejumlah langkah bersama pengurus RW dan warga. Salah satunya adalah penertiban bangunan yang berdiri di bantaran sungai, yang selama ini mempersempit alur aliran air.

“Ada beberapa solusi yang sudah saya kira sepakati dengan Pak RW, yang pertama adalah bahwa memang warga menggunakan lahan sungai dan hari ini secara terbuka diakui oleh warganya dan ada suatu keinginan bahwa kita akan lakukan untuk mereka melakukan pembongkaran sendiri dulu,” ucap Tri.

Pembongkaran tersebut menjadi syarat agar Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC) dapat melakukan pembangunan dan penataan sungai.

“Karena BWSCC biasanya mau kalau kemudian tanah itu sudah clean and clear jadi memang tidak ada persoalan baru mereka akan melakukan proses pembangunan,” lanjutnya.

Selain penertiban, Pemkot Bekasi juga mendorong pembangunan steel sheet pile (SSP) atau turap baja sebagai pengganti bronjong di sepanjang bantaran kali.

“Kita lakukan juga terkait dengan pembangunan steel sheet pile (SSP) atau turap baja, jadi bentuknya tidak lagi bronjong,” ujar Tri.

Proses penertiban dan pembangunan akan diawali dengan pendataan bangunan. Dari informasi sementara, hanya sebagian kecil bangunan yang memiliki sertifikat, sementara sebagian besar lainnya berada di sepanjang bantaran kali tanpa alas hak.

“Ada sertifikat itu sekitar dua , kalau tidak bersertifikat itu ada banyak di sepanjang kali itu, nanti baru mau di data dulu,” ucapnya

Pemkot Bekasi memastikan penanganan dilakukan secara bertahap dan melibatkan warga agar penataan kawasan bantaran kali di Gang Mawar dapat menjadi solusi jangka menengah dalam mengurangi dampak banjir kiriman di wilayah Bekasi Timur. (rez)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |