Hasil Polling: Mayoritas Responden Dukung Aksi Mahasiswa, Soroti Transparansi KDKMP dan Penanganan Kasus BGN

9 hours ago 11

Beranda Berita Utama Hasil Polling: Mayoritas Responden Dukung Aksi Mahasiswa, Soroti Transparansi KDKMP dan Penanganan Kasus BGN

ILUSTRASI: Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi bersama organisasi kemahasiswaan, dan sejumlah aliansi lainnya menggelar aksi demonstrasi bertajuk "Menuju Indonesia Cemas" di depan Gedung DPRD Kota Bekasi, pada Senin, (15/6) siang. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BOGOR – Hasil polling media sosial yang dilakukan delapan media yang tergabung dalam Indo Satu Media Group pada pekan ketiga Juni 2026 menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu demonstrasi mahasiswa, dugaan korupsi di BGN, serta transparansi dan pelaksanaan program KDKMP.

Polling yang disebarkan melalui platform TikTok dan Instagram tersebut berhasil menjaring 10.461 pemilih (voters) dengan total 180.753 tayangan.

Dukungan Terhadap Demonstrasi Mahasiswa Cukup Tinggi

Pada isu demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di DPR RI, mayoritas responden menyatakan dukungan terhadap aksi tersebut. Sebanyak 876 responden atau 68,65 persen mendukung demonstrasi mahasiswa, sementara 400 responden atau 31,35 persen tidak mendukung.

Dukungan serupa juga terlihat terhadap tuntutan mahasiswa yang meminta penghentian program MBG dan KDKMP. Sebanyak 67,33 persen responden menyatakan setuju terhadap tuntutan tersebut, sedangkan 32,67 persen menyatakan tidak setuju.

Terkait efektivitas aksi demonstrasi dalam memengaruhi kebijakan pemerintah, 60,49 persen responden meyakini aksi massa masih mampu memberikan pengaruh terhadap pengambilan keputusan pemerintah. Sementara itu, 39,51 persen menilai demonstrasi tidak lagi efektif.

Publik Yakin Kasus Korupsi BGN Bisa Meluas

Dalam isu dugaan korupsi di BGN, mayoritas responden menilai kasus tersebut berpotensi menyeret pihak lain. Sebanyak 83,10 persen responden menilai kemungkinan besar akan ada pihak lain yang turut terseret dalam pengusutan kasus tersebut.

Sementara, tingkat optimisme publik terhadap penuntasan kasus tersebut, sebanyak 62,96 persen responden mengaku yakin kasus korupsi BGN dapat diungkap hingga tuntas. Sedangkan, 37,04 persen menyatakan tidak yakin.

Menariknya, ketika ditanya mengenai efektivitas berbagai langkah Kejaksaan Agung dalam menekan potensi korupsi di BGN dan program MBG, mayoritas responden justru menunjukkan sikap skeptis. Sebanyak 56,52 persen menyatakan tidak yakin langkah yang dilakukan akan efektif, sementara 43,48 persen meyakini upaya tersebut dapat memberikan dampak positif.

KDKMP Dinilai Masih Kurang Transparan

Bukan hanya masalah BGN, dalam polling juga disinggung program KDKMP. Hasilnya, keraguan publik terhadap pengelolaan dan transparansi program KDKMP cukup tinggi.

Sebanyak 75,21 persen responden meyakini program KDKMP memiliki berbagai persoalan yang mirip dengan yang terjadi di BGN dan MBG. Hanya 24,79 persen yang menyatakan tidak yakin.

Sementara itu, pada aspek transparansi anggaran, 68,14 persen responden menilai program KDKMP belum cukup transparan, sedangkan 31,86 persen menilai sudah transparan.

Keraguan publik juga terlihat pada pertanyaan mengenai kemampuan program KDKMP dalam menyerap hasil panen petani secara langsung. Sebanyak 66,39 persen responden mengaku tidak yakin program tersebut nantinya dapat berjalan sesuai tujuan, sedangkan 33,61 persen menyatakan optimistis.

Secara umum, hasil polling menunjukkan tiga kecenderungan utama. Pertama, mayoritas responden memberikan dukungan terhadap aksi mahasiswa dan tuntutan yang mereka sampaikan. Kedua, publik menaruh perhatian besar terhadap pengusutan kasus korupsi di BGN dan berharap proses hukum berjalan hingga tuntas. Ketiga, masih terdapat tingkat keraguan yang cukup tinggi terhadap transparansi dan efektivitas pelaksanaan program KDKMP.

Perlu dicatat bahwa hasil polling media sosial ini menggambarkan persepsi para pengguna TikTok dan Instagram yang berpartisipasi dalam survei, sehingga tidak dapat disamakan dengan hasil survei ilmiah yang merepresentasikan seluruh populasi masyarakat Indonesia. Namun demikian, data tersebut memberikan gambaran mengenai sentimen dan pandangan publik yang aktif di media sosial terhadap berbagai isu yang sedang menjadi perhatian nasional.

Ketua Forum Pimred Indo Satu Media Group, Azam Munawar, mengatakan, polling di story Instagram dan Tiktok delapan media tersebut akan terus bergulir.

”Ini menjadi salah satu pilihan kami dalam menyelami dunia media sosial dan mengejawantahkannya menjadi berita yang berimbang dengan melakukan konfirmasi kepada pengamat dan para stakeholder yang berkepentingan,” ujar Azam.

Azam pun mengajak partisipasi terus dari para warganet.

”Anggap saja polling kami menjadi jembatan dalam perbaikan beragam hal di negeri kita tercinta ini,” ajak Azam. (*)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |