Beranda Metropolis Disdik Dorong Anak Muda Kuasai Bahasa Asing di Era Global
PERSIAPAN PEMBELAJARAN : Suasana Sekolah Bahasa Rawalumbu yang baru diresmikan di Jalan Pondok Hijau Permai, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu (31/1). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Bekasi terus berkembang. Salahsatunya melalui kehadiran sekolah bahasa multibahasa yang baru dibuka di wilayah Rawalumbu.
Kehadiran lembaga pelatihan bahasa ini mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi karena sejalan dengan kebutuhan masyarakat di era globalisasi.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Paudikmas) Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Nelwan Nelly Sampe, mengatakan kemampuan berbahasa asing saat ini menjadi kebutuhan penting, tidak hanya bahasa Inggris tetapi juga bahasa asing lainnya.
“Di masa globalisasi seperti sekarang, kemampuan bahasa sangat dibutuhkan. Tidak cukup hanya bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, tetapi juga bahasa asing lain sesuai kebutuhan,” ujar Nelwan.
Ia menjelaskan, sekolah bahasa tersebut menyediakan berbagai pilihan bahasa seperti bahasa Inggris, Jepang, Korea, dan Jerman. Meski saat ini bahasa Inggris masih menjadi program utama karena peminatnya paling banyak, pihak pengelola telah menyiapkan kelas bahasa lain.
Menurut Nelwan, minat terhadap bahasa asing sangat dipengaruhi kebutuhan dan tren. Bahasa Korea diminati karena pengaruh budaya populer seperti K-pop, bahasa Jepang karena budaya dan adatnya, sementara bahasa Jerman banyak dibutuhkan untuk keperluan pendidikan dan pekerjaan.
“Banyak lulusan perguruan tinggi kita, baik S1 maupun S2, yang ke Jerman untuk bekerja. Itu sebabnya bahasa Jerman juga sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Nelwan menegaskan, Dinas Pendidikan Kota Bekasi mendorong tumbuhnya lembaga pendidikan nonformal seperti sekolah bahasa, dengan catatan harus memiliki izin resmi dan beroperasi secara profesional.
Ia juga membuka peluang dukungan pemerintah bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Bantuan dapat diberikan kepada siswa yang terdaftar dalam Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan tidak menerima bantuan sosial lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
“Semua berbasis data nasional. Pemerintah daerah tidak menentukan secara sepihak, melainkan melalui verifikasi data yang terhubung dengan Dinas Sosial,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Les Bahasa, Audy Laksamana, mengatakan sekolah bahasa tersebut menawarkan pelatihan bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Jepang, dan Jerman.
“Kami mengharapkan mereka (siswa) akan percaya diri untuk ngomong bahasa Inggris, tapi yang kedua tentu saja level bahasa Inggris, jadi kita mempunyai level dari mulai A1 sampai B2,” ujar Audy.
Untuk tahap awal, kelas bahasa Inggris menjadi fokus utama sebelum bahasa lain diluncurkan secara bertahap dalam satu tahun ke depan.
Program pembelajaran tersedia secara offline dan online, dengan sasaran peserta mulai usia 7 tahun hingga dewasa. Selain program umum, tersedia pula kelas persiapan TOEFL dan IELTS bagi peserta yang ingin melanjutkan pendidikan atau bekerja ke luar negeri.
“Selain penguasaan materi, kami fokus membangun kepercayaan diri siswa agar berani berbicara bahasa asing. Karena itu, kami juga menghadirkan tutor native secara berkala untuk melatih percakapan,” kata Audy.
Pemilihan lokasi di Bekasi Timur, menurut Audy, didasari potensi besar masyarakat sekitar yang membutuhkan akses belajar bahasa asing dengan harga dan jarak yang lebih terjangkau.
“Kami ingin mengisi celah kebutuhan belajar bahasa asing di Bekasi Timur dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (rez)

1 day ago
19
















































