Terungkap, Ini Penyebab Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur versi KNKT

13 hours ago 13

Beranda Berita Utama Terungkap, Ini Penyebab Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur versi KNKT

Gerbong KRL yang ringsek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). Foto: Raiza Septianto/Radar Bekasi.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan hasil awal investigasi insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April lalu.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menegaskan bahwa kecelakaan tersebut bukan dipicu oleh temperan taksi Green SM atau taksi hijau seperti yang sempat berkembang, namun melainkan karena adanya gangguan pada sistem persinyalan di lintas Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur.

“Salah satu penyebabnya sinyal di Stasiun Bekasi yang tidak bisa mendeteksi KA 5568A di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu ada hambatan pencahayaan di sinyal pengulang dan masalah komunikasi turut menjadi penyebab kecelakaan tersebut terjadi,” ujar Soerjanto dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari JawaPos Jumat (22/5/2026).

BACA JUGA: Update Terbaru KRL vs Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Sopir Taksi Listrik Tersangka Tak Ditahan, Polisi: Perkara Sumir

Ia menjelaskan, hasil simulasi yang dilakukan KNKT bersama sejumlah pihak menemukan adanya ketidakwajaran pada sistem persinyalan kereta. Dalam simulasi tersebut, sinyal keluar dari Stasiun Bekasi justru menunjukkan kondisi aman dengan lampu hijau menyala.

Di sisi lain, sinyal pengulang malah memperlihatkan kondisi tidak aman melalui indikator garis datar yang aktif, sementara sinyal blok tetap menunjukkan lampu merah.

Menurut Soerjanto, kondisi itu seharusnya tidak terjadi dalam sistem operasional normal. Jika jalur berikutnya masih berada dalam status tidak aman atau merah, maka sinyal keluar dari Stasiun Bekasi seharusnya menampilkan lampu kuning sebagai tanda waspada.

KNKT juga menemukan adanya gangguan visual yang dialami masinis KA Argo Bromo Anggrek saat melintas di jalur Bekasi-Bekasi Timur. Cahaya dari permukiman warga, lampu pasar, hingga penerangan jalan disebut mengganggu visibilitas terhadap sinyal pengulang.

“Jadi terdapat sumber cahaya dari rumah warga maupun lampu penerangan jalan, dengan intensitas dan warna yang menyerupai aspek sinyal pengulang tersebut,” bebernya.

Selain persoalan persinyalan dan gangguan pandangan, investigasi sementara turut menyoroti penggunaan perangkat komunikasi radio yang berbeda antar kereta yang terlibat.

“KA 5181 menggunakan Radio Tait dan berada pada wilayah komunikasi S.27 (PK Selatan), sedangkan KA 5568A menggunakan Radio Sepura dan berada pada wilayah komunikasi S.27 (PK Selatan), dan KA 4B menggunakan Radio Lokomotif dan berada di wilayah komunikasi S.1 (PK Timur),” pungkasnya. (zak)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |