Potret Sabrina Chairunnisa. Foto: Instagram
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari model sekaligus konten kreator, Sabrina Chairunnisa. Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, perempuan berusia 33 tahun ini mengumumkan keputusan besar untuk mengundurkan diri dari program doktor (S3) Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia (UI).
Dalam unggahan tersebut, Sabrina membagikan bukti berupa foto surat pengunduran diri resmi yang telah diajukan kepada pihak kampus, lengkap dengan beberapa momen perpisahan yang ia abadikan di lingkungan Universitas Indonesia.
Keputusan melepas status sebagai mahasiswa salah satu kampus terbaik di Indonesia tentu memicu pertanyaan publik. Namun, Sabrina secara transparan membeberkan alasannya di dalam surat pengunduran diri tersebut. Ia mengungkapkan adanya rencana besar untuk pindah dan melanjutkan pendidikannya di luar negeri.
“Adapun alasan pengunduran diri adalah karena saya akan pindah ke New York dan melanjutkan studi di New York. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai mahasiswa Universitas Indonesia,” demikian bunyi potongan surat yang diunggah oleh Sabrina.
Meski mantap melangkah, mantan istri Deddy Corbuzier ini tidak menampik bahwa keputusan ini terasa berat bagi dirinya. Bagaimanapun, program S3 di UI sempat menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya. Melalui takarir (caption) unggahannya, Sabrina mencurahkan isi hatinya tentang kedewasaan dalam memilih prioritas hidup.
“Sulit memang melepaskan sesuatu yang dulu sangat berarti, tapi terkadang melangkah maju berarti memiliki keberanian untuk memilih jalan yang berbeda. Segala sesuatu berubah. Rencana pun berubah. Orang-orang berubah. Namun satu hal yang tetap sama, kita harus terus melangkah maju. Selamat tinggal, UI🤍,” tulis Sabrina.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini dirinya memiliki skala prioritas baru yang harus didahulukan, yang mana menuntut dirinya untuk terbang ke Amerika Serikat.
Menariknya, dalam curhatan tersebut Sabrina juga menyisipkan sebuah kritik membangun sekaligus harapan untuk dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Ia berharap agar ke depannya, universitas-universitas di tanah air bisa memberikan fleksibilitas yang lebih besar terkait kehadiran fisik mahasiswa, meniru sistem yang sudah diterapkan di banyak negara luar.
“It’s not an easy decision tbh. Tapi mau gimana lagi, I have my own priority now, and hopefully ke depan universitas-universitas di Indonesia nggak menjadikan absensi sebagai bobot utama syarat kelulusan/syarat final exam kayak negara-negara lain ya,” lanjutnya.
Unggahan Sabrina ini langsung menyita perhatian publik dan menuai beragam reaksi. Kolom komentarnya segera dipenuhi oleh respons positif dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan atas keberaniannya mengambil langkah baru, serta mendoakan agar perjalanan studi dan kehidupan barunya di New York kelak berjalan dengan lancar dan sukses. (mna)

7 hours ago
12

















































