Beranda Berita Utama Bocah Berusia Sembilan Tahun Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar di Setu
CEK TKP: Petugas Bhabinkantimbmas bersama Babinsa mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP) peluru nyasar di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Selasa (7/7). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Nasib malang menimpa Alika Nur Syafina. Bocah berusia 9 tahun ini diduga menjadi korban peluru nyasar. Korban sempat tak sadarkan diri setelah sebuah proyektil bersarang di dada sebelah kanannya.
Peristiwa itu terjadi saat Alika tengah bermain tanah bersama teman-temannya di RT 02 RW 05 Kampung Baru, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu (5/7). Lokasi bermain tersebut tidak jauh dari rumah korban.
Berdasarkan keterangan keluarga, proyektil tersebut diduga berasal dari senapan angin yang digunakan seseorang untuk berburu burung di area persawahan sekitar permukiman warga.
Nenek korban, Sino (63), menceritakan bahwa cucunya saat itu sedang bermain bersama tiga orang temannya di bawah pohon yang biasa menjadi tempat berkumpul anak-anak. Kegembiraan mereka mendadak buyar saat terdengar suara asing yang menyerupai suara jepretan mainan ketapel dari arah persawahan.
“Awalnya dia duduk di tempat biasa anak-anak main di bawah pohon, terus tiba-tiba kayak ada yang ngejepret. Kalau kata aki-aki ada suara kayak orang maen selpetan dari arah sawah,” kata Sino kepada Radar Bekasi, Selasa (7/7).
Sesaat setelah suara itu terdengar, Alika sempat berdiri dan berusaha berjalan menghampiri ibunya. Namun, baru berjalan beberapa meter, langkah kaki bocah kelas III sekolah dasar tersebut terhenti.
“Pas jalan beberapa meter langsung gelap matanya, langsung jatuh pingsan,” tambahnya.
Sino yang saat itu berada di dalam rumah langsung berlari keluar setelah mendengar teriakan teman-teman korban. Saat tiba di lokasi, ia mendapati cucunya sudah tergeletak dengan luka di bagian dada kanan.
Korban kemudian dibawa klinik terdekat. Karena keterbatasan fasilitas medis, korban sempat dirujuk ke Rumah Sakit Uni Medika, kemudian ke Rumah Sakit Hermina, sebelum akhirnya mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Fatmawati.
Sino mengatakan, proyektil yang bersarang di tubuh cucunya berhasil diangkat melalui operasi pada Senin (6/7) malam. Kondisi korban kini telah sadar dan berangsur membaik.
“Sekarang sudah diambil pelurunya, alhamdulillah sudah sadar, sehat. Pas saya lihat, bekas pelurunya kecil kayak sekuku kelingking. Di dada sebelah kanan, cuma pinggirnya ini ada yang sobek,” jelas Sino.
Berdasarkan keterangan warga, kawasan di sekitar lokasi kejadian yang masih didominasi persawahan dan perkebunan kerap didatangi orang yang berburu burung. Mereka biasanya memarkirkan kendaraannya di area perkebunan milik warga. Meski aktivitas tersebut disebut telah berlangsung cukup lama, warga mengaku baru pertama kali mengetahui adanya peristiwa yang diduga akibat peluru nyasar
“Di sini sering ada tempat lokasi nembak atau nyari burung gitu, iya kadang-kadang ada, enggak setiap hari,” pungkas Sino.
Sementara itu, aparat Polsek Setu telah mendatangi lokasi kejadian pada Senin (6/7) sore untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti. Polisi masih menyelidiki asal proyektil serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. (ris)

11 hours ago
13

















































