Oleh: Miftakhudin
Jemaah haji Bekasi sekaligus Wakil Pemred Radar Bekasi, Miftakhudin.
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rangkaian panjang ibadah haji 1447 Hijriah akhirnya mencapai penghujung perjalanan. Setelah meninggalkan Kota Makkah pada Selasa lalu, hari ini saya juga harus berpamitan dengan Madinah, kota yang selama delapan hari terakhir menjadi tempat beribadah, bermunajat, sekaligus menenangkan hati setelah seluruh prosesi haji selesai dilaksanakan.
Ada rasa haru yang sulit dijelaskan saat bus yang membawa rombongan bersiap meninggalkan kota yang dikenal sebagai Kota Rasulullah itu. Madinah selalu menghadirkan suasana berbeda. Tidak seramai Makkah, tetapi menyimpan ketenangan yang membuat siapa pun betah berlama-lama.
Sehari sebelum keberangkatan, saya menyempatkan diri kembali mengunjungi Masjid Nabawi. Di masjid yang menjadi salahsatu tempat paling mulia bagi umat Islam itu, saya menunaikan salat untuk terakhir kalinya dalam perjalanan haji tahun ini. Setiap sudut masjid seakan menyimpan kenangan yang sulit dilupakan.
Saya juga berkesempatan mendatangi area makam Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Di tempat itu, saya memanjatkan doa dan salam perpisahan. Dalam hati, saya berharap perpisahan ini bukan menjadi pertemuan terakhir.
“Semoga Allah kembali memanggil saya ke Madinah. Bisa berkunjung lagi setiap tahun ke kota yang tenang, damai, dan penuh cinta ini,” doa yang terus terucap saat meninggalkan kawasan Masjid Nabawi.
Perpisahan dengan Madinah juga menandai berakhirnya operasional haji bagi sebagian besar jemaah Indonesia. Secara keseluruhan, seluruh jemaah haji Indonesia dijadwalkan telah kembali ke Tanah Air paling lambat pada 30 Juni 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Bekasi, Rian Fauzi, menegaskan seluruh jemaah harus kembali sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi dan Indonesia.
“Ya, semuanya harus sudah pulang ke tanah air,” kata Rian Fauzi.
Musim haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah sendiri mencatat jumlah jemaah yang cukup besar. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik Arab Saudi (GASTAT), jumlah jemaah haji tahun ini mencapai 1.707.301 orang yang berasal dari lebih dari 165 negara di seluruh dunia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.546.655 orang merupakan jemaah internasional atau berasal dari luar Arab Saudi. Sementara 160.646 lainnya merupakan jemaah domestik yang berasal dari dalam negeri Arab Saudi.
Jumlah itu meningkat dibanding musim haji sebelumnya yang mencatat 1.673.230 jemaah. Namun angka tersebut masih berada di bawah rekor tertinggi yang pernah tercatat pada 2024 dengan jumlah sekitar 1,83 juta jemaah.
Indonesia kembali menjadi negara penyumbang jemaah terbesar dengan kuota sebanyak 221.000 orang. Jumlah itu terdiri atas 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Posisi berikutnya ditempati Pakistan dengan 179.210 jemaah dan India sebanyak 175.000 jemaah.
Di balik keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini, pemerintah juga masih menyoroti angka kematian jemaah yang cukup tinggi. Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengungkapkan hingga akhir operasional tercatat sebanyak 350 jemaah haji Indonesia wafat di Tanah Suci.
Meski demikian, angka tersebut disebut mengalami penurunan dibandingkan musim haji tahun sebelumnya.
Dari Kota Bekasi sendiri, Kantor Kementerian Haji mencatat tiga jemaah wafat selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Satu orang meninggal dunia sebelum puncak ibadah haji di Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sementara dua lainnya wafat setelah menyelesaikan rangkaian utama ibadah haji.
“Kami melakukan pendampingan dan takziah kepada keluarga jemaah yang wafat sebagai bentuk empati serta memastikan penanganan pascaibadah haji berjalan dengan baik,” ujar Rian Fauzi.
Selain itu, sedikitnya dua jemaah asal Kabupaten Bekasi juga dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.
Kini, perjalanan spiritual itu benar-benar berakhir. Ribuan jemaah bersiap kembali ke rumah masing-masing dengan membawa cerita, pengalaman, dan doa yang tersimpan dalam hati. Sementara bagi saya, Madinah bukan sekadar kota persinggahan terakhir. Ia adalah tempat yang meninggalkan rindu bahkan sebelum langkah benar-benar menjauh. Semoga suatu hari nanti, Allah kembali mempertemukan saya dengan Kota Rasulullah yang penuh kedamaian itu.(*)

9 hours ago
9

















































