Beranda Politik Legislator Gerindra Soroti Ketimpangan Pembangunan di Tarumajaya
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Syahrir.
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir, menanggapi beredarnya video seorang warga yang mengusulkan wilayah Tarumajaya bergabung dengan Jakarta.
Meski tidak sependapat dengan usulan tersebut, Syahrir mengungkapkan bahwa hal itu kemungkinan merupakan luapan kekecewaan warga terkait ketimpangan pembangunan.
“Secara kewilayahan, sulit Tarumajaya keluar dari peta Kabupaten Bekasi. Tapi hal ini adalah ungkapan aspirasi masyarakat yang kecewa dengan pemerintah, karena pembangunan infrastruktur kurang merata, yang mengakibatkan perekonomian melambat di wilayah tersebut,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (8/2).
Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, kondisi ini terus berulang setiap tahun anggaran karena pembangunan di Kecamatan Tarumajaya tidak selalu terakomodir, baik di musrenbang desa, kecamatan, kabupaten, maupun tingkat provinsi.
Wakil rakyat dari Dapil IX Kabupaten Bekasi itu menekankan bahwa pemerintah daerah seharusnya bisa mengakomodir hal-hal krusial dalam pembangunan wilayah tersebut.
“Harusnya ini masuk dalam program pembangunan pemerintah, agar hal-hal seperti ini tidak terulang kembali. Oleh sebab itu bupati dan gubernur harus punya program yang bersinergi dan berkepanjangan, jangan ada ego-ego sektoral program yang tidak mendasar,” katanya.
Terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi, Romli HM, tokoh asal Tarumajaya, juga mempertanyakan dasar usulan bergabung ke Jakarta. Ia menegaskan, perpindahan suatu daerah ke daerah lain bukan perkara mudah.
“Saya tidak sepakat, ada persoalannya apa sehingga mau pindah ke DKI, kan enggak mudah ketika suatu daerah mau bergabung ke daerah lain, itu kan enggak mudah,” ucapnya.
Romli menilai, sejauh ini pembangunan di Tarumajaya sudah terlihat melalui berbagai usulan yang disampaikan ke pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif.
“Kita lihat hari ini pembangunan juga sudah lumayan ada. Karena pembangunan ini berdasarkan apa yang diusulkan oleh kecamatan atau pun melalui dewan-dewan. Alhamdulillah ada saja pembangunan, dan fasilitas-fasilitas umum juga sudah berjalan, disini ada,” sambungnya.
Eks Calon Wakil Bupati Bekasi itu juga menyinggung kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi maupun Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara Kunang ke wilayahnya. Romli berharap masyarakat bisa berpikir lebih jernih dalam menyikapi persoalan ini.
“Maksud saya, jangan hanya satu persoalan ini lantas kita mengorbankan masyarakat. Enggak ada masyarakat Tarumajaya tuh, mungkin maaf ya hanya segelintir orang. Makanya saya kaget juga, ko ada masyarakat yang ngomong begitu,” ungkapnya.(pra)

8 hours ago
15
















































