RADARBEKASI.ID, BEKASI – Empat lingkungan RW di Perumnas 1, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, khawatir banjir di wilayahnya makin parah akibat proyek saluran air yang saat ini tengah berjalan. Warga meminta pekerjaan tidak dilanjutkan sebelum Kali Beringin dinormalisasi.
Penolakan dari RW 03, 04, 05, dan 06 tersebut didasari karena Kali Beringin yang menjadi muara saluran air tersebut telah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan belum pernah dikeruk dalam beberapa tahun terakhir.
Tokoh masyarakat RW 05, Asep menyebut kontur wilayah di empat RW sangat rendah. Wilayah tempat tinggalnya selama ini tergolong rawan banjir.
“Dalam posisi aliran yang kecil kemarin saja, kita banjir setengah jam saja bisa sedengkul, apalagi ketika ini dilebarkan,” katanya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, warga setempat terkejut lantaran belum pernah ada komunikasi saat proyek ini mendekat ke wilayah mereka. Seharusnya kata Asep, pemerintah memiliki studi kelayakan, dan memaparkan dampak positif dan negatifnya kepada masyarakat.
Dalam pertemuan perwakilan warga bersama dengan pihak kelurahan dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) siang kemarin, ia meminta Kali Beringin ditangani atau dinormalisasi lebih dulu.
“Makanya saya menuntut tanggungjawab tadi, ini nanti sebelum masuk ke sana (Kali Beringin), selesaikan dulu disananya,” katanya.
Ketua RW 04, Hendi menyampaikan hal serupa. Wilayahnya selama ini kerap direndam banjir, khawatir saluran air tersebut membuat banjir semakin parah.
“Hujan sedikit pun jalan beringin termasuk sama Perumnas 1 itu banjir,” ucapnya.
Pada saat banjir beberapa waktu lalu Hendi menyebut wilayah ini telah didatangi oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Pemerintah kota berjanji akan menangani Kali Beringin. Namun, dalam perjalanannya warga melihat pekerjaan saluran air sisi Jalan Sultan Agung, tepatnya di Simpang Jalan Sultan Agung dan Jalan Nangka Raya. Saluran air tersebut bermuara di Kali Beringin.
“Pada prinsipnya kami tidak menghalangi proyek pemerintah, tapi solusi dulu untuk di hilir, Kali Beringin seperti apa kalau memang itu menjadi ujung pembuangan,” ucapnya.
Lebih jauh, Hendi menyebut butuh solusi menyeluruh terkait dengan aliran Kali Beringin. Upaya normalisasi yang rencananya dilaksanakan dalam waktu dekat menurutnya baru langkah awal atau jangka pendek.
“Kalau di ujung Kali Barunya tidak dibesarin jalur gorong-gorongnya percuma, air akan balik kesini,” tambahnya.
Lurah Kranji, Agus Joko Saputro menyampaikan, pertemuan bersama dengan pihak DBMSDA dan perwakilan warga kemarin menyepakati beberapa yang akan menjadi solusi atas keresahan warga. Salah satunya yang menjadi prioritas adalah penanganan Kali Beringin.
Ia menyebut, permasalahan yang terjadi di Kali Beringin ini telah menjadi perhatian dari Wali Kota Bekasi. Solusi dari permasalahan tersebut yakni pengerukan, penurapan, dan pemasangan pompa.
Pengerukan sedimen kali dipastikan akan berjalan mulai pekan depan setelah ditentukan titik pembuangan material sedimen.
“Tadi kita berkesimpulan bahwa minggu depan alat berat akan masuk, kemudian nanti pekerjaannya karena ini sudah ada tempat pembuangannya, dalam minggu-minggu ini sudah ada pekerjaan,” ungkapnya.
Selain normalisasi, Pemkot Bekasi juga akan memperbaiki dan meninggikan turap di titik rawan sepanjang wilayah tersebut. Usai pertemuan kemarin, pihak-pihak terkait menyisir Kali Beringin untuk melihat titik turap yang perlu perbaikan.
“Alhamdulillah tadi beberapa RW sudah menyepakati, tinggal kita sekarang survei mana saja yang menjadi penyebab air limpas, itu yang harus ditinggikan,” tambahnya.
Sebelumnya, pengurus lingkungan juga telah berdialog dengan Anggota DPRD Kota Bekasi, Yeni Kristianti terkait dengan persoalan yang sedang dihadapi. Menurutnya, kondisi kondisi Kali Beringin sangat mengkhawatirkan saat meninjau langsung ke lokasi.
“Ini juga menjadi salah satu penyebab warga khawatir jika ditambah ada tempat penampungan air. Yang mereka butuhkan sekarang adalah normalisasi sungai, bukan tempat penampungan baru yang justru menambah beban lingkungan,” ungkapnya.
Yeni mendorong Pemkot Bekasi segera melakukan normalisasi Kali Beringin. Ia juga berencana dalam waktu dekat mengagendakan rapat dengan komisi terkait di DPRD Kota Bekasi.
“Warga sudah resah, Pemerintah Kota harus hadir dan memberikan solusi yang berpihak pada keselamatan dan kenyamanan warga,” tambahnya. (sur)

15 hours ago
13

















































