Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bekasi, Rian Fauzi
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Percobaan penipuan yang menyasar calon jemaah haji (CJH) kembali mencuat. Kali ini, puluhan CJH di Bekasi Selatan menjadi target pihak tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Kementerian Haji dan Umroh. Modusnya beragam, mulai dari pembaruan data hingga janji percepatan keberangkatan, namun tujuannya sama: menguras kepercayaan dan memperoleh akses ke data pribadi.
Fenomena ini bukan kasus sporadis. Setidaknya 20 calon jemaah telah mendatangi kantor resmi untuk mengklarifikasi informasi mencurigakan yang mereka terima. Fakta ini menunjukkan bahwa ancaman penipuan sudah menyentuh lapisan paling rentan calon jemaah yang menunggu giliran beribadah.
“Jadi kita tahu ada korban percobaan penipuan ini karena memang banyak yang datang ke kantor, mengkonfirmasi dan mengklarifikasi bahwa ada yang menghubungi katanya dari kantor kementerian haji itu benar atau tidak,” kata Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bekasi, Rian Fauzi, Selasa (7/4).
Calon jemaah dihubungi untuk melakukan pembaruan data NIK dan mengirimkan foto KTP via aplikasi pesan singkat, memberikan informasi pelunasan biaya haji, mengirimkan tautan link atau aplikasi, hingga melakukan telepon atau video call untuk memverifikasi data pribadi.
Bahkan, ada calon jemaah yang mengaku diberi informasi tentang kesempatan berangkat haji tahun ini serta diminta untuk segera mengkonfirmasi informasi tersebut ke kantor Kemenhaj. Padahal, calon jemaah tersebut sesuai prakiraan masih harus menunggu dua sampai tiga tahun ke depan.
Beruntung, puluhan calon jemaah tersebut memutuskan untuk datang langsung ke kantor Kemenhaj Kota Bekasi. Sampai dengan kemarin belum ada informasi mengenai calon jemaah yang menderita kerugian materi.
“Sampai detik ini saya konfirmasi tidak ada yang sampai mentransfer uang,” ucapnya.
Rian mewanti-wanti agar calon jemaah tidak begitu saja mempercayai informasi yang diterima dari pihak-pihak yang mengaku petugas resmi Kantor Kemenhaj, terlebih disertai iming-iming yang tak masuk akal. Ia juga meminta calon jemaah agar tak mengirimkan data pribadi melalui tautan link atau aplikasi lantaran berpotensi disalahgunakan.
“Jika ada yang mengirimkan link untuk mengisi biodata disitu, itu hati-hati. Kami tidak pernah memberikan informasi selain melalui akun resmi, untuk informasi lebih lanjut lebih baik datang ke kantor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Modus penipuan validasi data calon jemaah dewasa ini menjadi perhatian Kemenhaj RI. Pasalnya, marak modus penipuan yang menyasar calon jemaah haji melalui media telepon hingga pesan singkat dengan modus pembaruan data jemaah.
Kepala Pusat data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenhaj RI, Farosa menyampaikan potensi penyalahgunaan data pribadi berpotensi merugikan calon jemaah haji. Pihaknya telah menyampaikan imbauan resmi telah disebarluaskan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
“Materi (imbauan) ini disusun sebagai upaya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penyalahgunaan data pribadi yang dapat dimanfaatkan untuk penipuan hingga pengajuan pinjaman online secara ilegal,” kata Farosa dalam keterangan resmi Kemenhaj RI.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kemenhaj RI, beberapa modus yang kerap digunakan untuk menyasar calon jemaah haji diantaranya dengan cara menghubungkan secara langsung melalui aplikasi pesan singkat.
Modus berikutnya, oknum penipu mengaku sebagai petugas resmi dari Kemenhaj, kemudian meminta jemaah melakukan pembaruan data pribadi. Modus terbaru yang ditemukan yakni melalui video call, permintaan video call dilakukan dengan alasan perekaman data wajah calon jemaah.
“Masyarakat yang menerima komunikasi mencurigakan diminta untuk segera melapor atau melakukan verifikasi melalui akun media sosial resmi Kementerian Haji dan Umroh, atau mendatangi kantor wilayah kementerian terdekat,” ujarnya. (sur)

10 hours ago
13

















































