Beranda Lifestyle Sering Mager? Amalkan Doa Anti-Malas Rasulullah SAW Ini Agar Hidup Lebih Berkah dan Produktif
Ilustrasi/Cara Atasi Rasa Malas. Foto: Freepik
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Rasa malas adalah hal manusiawi yang pernah dirasakan oleh siapa saja. Namun, ketika keengganan untuk beraktivitas mulai mendominasi, padahal kita mampu melakukannya, saat itulah kemalasan menjadi masalah serius.
Mulai dari malas bekerja, beribadah, hingga berolahraga, perilaku ini jika dibiarkan akan berdampak sistemik pada kualitas hidup.
Dalam buku Laziness Does Not Exist karya psikolog sosial Devon Price (via Berkeley Well Being Institute), ditegaskan bahwa kemalasan sering kali bukan sekadar karakter buruk, melainkan cerminan dari kondisi psikologis seseorang.
Mengapa Kita Menjadi Malas?
Secara psikologis, rasa malas biasanya dipicu oleh faktor-faktor internal yang sering tidak kita sadari, seperti rasa cemas yang berlebihan, gejala depresi, rendahnya harga diri (low self-esteem).
Dampak Buruk: Dari Penyakit Fisik hingga Mental
Malas gerak (mager) bukan sekadar masalah produktivitas, tapi juga risiko kesehatan yang nyata. Kebiasaan ini meningkatkan risiko penyakit serius seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga penurunan fungsi kognitif.
Mereka yang dikuasai rasa malas cenderung menghindari tanggung jawab, yang pada akhirnya merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Dalam Islam, rasa malas dikenal dengan istilah Futur, yang merujuk pada hilangnya gairah atau semangat.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam Kitabul Ilmi menyebutkan bahwa futur dalam beribadah adalah sebuah penyakit berbahaya yang bisa melepas ikatan agama seseorang secara perlahan.
Islam sangat menekankan umatnya untuk rajin bekerja dan menjaga kesehatan tubuh melalui olahraga demi keseimbangan pikiran dan jiwa.
Baca Juga: Cara Blokir Nomor Tak Dikenal di Android, iPhone, dan GetContact
11 Penyebab Malas dalam Perspektif Islam
Berdasarkan ajaran Islam, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang kehilangan semangat (futur), di antaranya:
- Hilangnya keikhlasan dalam berbuat.
- Lemahnya ilmu syar’i (pemahaman agama).
- Kecintaan hati yang terlalu besar pada dunia.
- Terlena oleh cobaan berupa urusan istri dan anak.
- Hidup di tengah lingkungan masyarakat yang rusak.
- Berteman dengan orang yang bertekad lemah dalam kebaikan.
- Melakukan dosa dan mengonsumsi makanan haram.
- Tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.
- Iman yang sedang melemah.
- Menyendiri dan enggan bergabung dengan saudara seiman.
- Kurangnya pendidikan iman (tarbiyyah imaniyyah).
Agar tidak terperosok dalam kerugian, rasa malas harus segera “diobati”. Selain memaksakan diri untuk bergerak, Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa khusus untuk berlindung dari penyakit mental dan fisik ini.
Sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, berikut adalah doa yang sering dipanjatkan Nabi SAW:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa bingung dan sedih. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang serta kesewenang-wenangan manusia.” (MNA)

13 hours ago
12

















































