Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. FOTO: HUMAS PEMKOT
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dijadwalkan bertolak ke China pada Kamis (26/6) dalam rangka kunjungan kerja terkait proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kunjungan ini turut melibatkan unsur DPRD Kota Bekasi serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bekasi untuk melihat langsung fasilitas milik PT Wangneng yang akan menjadi mitra dalam pembangunan proyek tersebut.
“Kepergian saya tidak sendiri, melibatkan Ketua DPRD, Ketua Komisi, kemudian juga tokoh masyarakat yang kita ajak ke sana agar pada saat nanti prosesnya kita tahu bahwa hari ini pemerintah, Bapak Presiden itu berkeinginan ada satu proses yang berkelanjutan,” ujar Tri di Plaza Pemkot Bekasi pada Senin (22/6).
Tri menjelaskan, agenda perjalanan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut perencanaan proyek PSEL di kawasan TPA Sumur Batu yang telah dibahas dalam waktu cukup panjang. Kunjungan dilakukan atas undangan PT Wangneng untuk melihat langsung teknologi dan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi yang telah beroperasi di China.
“Ini bagian dari proses bagaimana PT Danantara dan PT Wangneng sebagai pelaksana pembangkit listrik tenaga sampah ingin memperlihatkan fasilitas mereka. Pemerintah Kota Bekasi ingin melihat langsung seperti apa teknologi yang sudah mereka bangun di China, yang nantinya akan diterapkan di Kota Bekasi,” jelasnya.
Menurut Tri, proyek tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga menghadirkan konsep pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan hidup.
Selain menghasilkan energi listrik, kawasan tersebut juga direncanakan memiliki ruang terbuka hijau berupa hutan mini seluas sekitar 1,1 hektare sebagai bagian dari pengembangan kawasan pengolahan sampah modern.
“Bukan hanya sekadar membangun pabrik, tetapi membangun satu konsep pembangunan yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan. Makanya, sudah kita sampaikan konsepnya saja nanti bangunannya itu akan lebih mewah daripada Summarecon dan Grand Galaxy Park (GGP). Termasuk di dalamnya adalah kita akan membangun hutan mini seluas 1,1 hektar,” ungkap Tri.
Lebih lanjut, residu hasil pengolahan sampah nantinya tidak akan terbuang sia-sia. Material tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti bahan baku semen hingga material konstruksi.
Tri menilai kunjungan ke China menjadi langkah penting untuk memastikan konsep dan teknologi yang ditawarkan PT Wangneng sesuai dengan rencana implementasi di Kota Bekasi. Dengan melihat langsung fasilitas yang telah beroperasi, pemerintah daerah dapat melakukan verifikasi terhadap standar proyek tersebut.
“Ada satu kepastian bahwa apa yang dijanjikan dia, itu adalah sama sehingga nanti pada saat serah terimanya, kalau tidak sesuai, Pemerintah Kota Bekasi juga bisa menolak,” pungkasnya. (zak)

5 hours ago
5

















































