Tren Kecelakaan Kereta 10 Tahun Terakhir, Kasus Bekasi Timur, KNKT: Masih Diselidiki

6 hours ago 11

Beranda Kecelakaan Tren Kecelakaan Kereta 10 Tahun Terakhir, Kasus Bekasi Timur, KNKT: Masih Diselidiki

Petugas gabungan mengevakuasi gerbong KRL yang ringsek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4). FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat dalam 10 tahun terakhir, telah terjadi kecelakaan kereta yang mereka telah investigasi.

Tercatat tahun 2018 sebagai periode dengan angka kecelakaan kereta api tertinggi di Indonesia. Sebaliknya, pada tahun 2020 dan 2024, kecelakaan kereta api menunjukkan tren terendah.

Berikut data rinci yang diambil dari laman resmi KNKT.

2016 (6 kecelakaan)
2017 (7 kecelakaan)
2018 (11 kecelakaan)
2019 (7 kecelakaan)
2020 (2 kecelakaan)
2021 (5 kecelakaan)
2022 (4 kecelakaan)
2023 (4 kecelakaan)
2024 (2 kecelakaan)
2025 (4 kecelakaan)

Terbaru, KNKT langsung bergerak melakukan investigasi terhadap insiden tabrakan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026).

BACA JUGA: Korban Meninggal Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Bertambah Jadi 16 Orang

Peristiwa tersebut menyebabkan 16 penumpang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit. Menindaklanjuti kejadian itu, KNKT segera menerjunkan tim investigasi ke lokasi.

Humas KNKT, Arif Iskandar, menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung hingga saat ini.

Ia menegaskan, investigasi yang dilakukan KNKT bersifat non judicial, sehingga berbeda dengan penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.

”Salah satu prinsip kerja KNKT adalah non judicial, sehingga kami tidak mencari siapa yang salah maupun siapa yang harus dituntut secara hukum. Murni mencari penyebab kejadian,” kata Arif dikutip dari JawaPos, Kamis (30/4/2026).

Fokus utama KNKT adalah mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, sistem, hingga kemungkinan faktor kelalaian.

Hasil investigasi nantinya akan dipublikasikan sebagai bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi dasar rekomendasi perbaikan ke depan.

Sebelumnya, kecelakaan di Bekasi Timur disebut bermula dari insiden temperan antara KRL lintas Cikarang dengan sebuah taksi listrik di perlintasan sebidang yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat ini, aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Korlantas Polri juga masih mendalami kasus tersebut. (zak)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |