Buntut Saran ‘Pria di Ujung Gerbong’, Gilang Dirga Beri Kritik Menohok untuk Menteri Arifah Fauzi

10 hours ago 10

Beranda Entertainment Buntut Saran 'Pria di Ujung Gerbong', Gilang Dirga Beri Kritik Menohok untuk Menteri Arifah Fauzi

Potret Gilang Dirga. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait usulan posisi gerbong kereta api pasca-kecelakaan di Bekasi Timur, terus memicu bola panas. Kali ini, kritik pedas datang dari presenter ternama, Gilang Dirga.

Gilang secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial, menyebut pernyataan sang menteri tidak mencerminkan sosok yang seharusnya memperjuangkan perlindungan anak dan perempuan secara bijak.

Kontroversi ini bermula saat Menteri Arifah Fauzi mengusulkan agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengubah tatanan rangkaian kereta. Ia menyarankan gerbong khusus perempuan digeser ke bagian tengah, sementara laki-laki ditempatkan di posisi paling depan dan belakang.

“Jadi kalau bisa di posisi di tengah, jadi posisi paling tengah, untuk gerbongnya ya. Supaya juga lebih safe dan aman,” ujar Arifah saat menanggapi insiden kecelakaan KRL di Bekasi.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (28/4/2026), Gilang Dirga mengunggah gambar latar hitam bertuliskan “Menteri PPPA”. Dalam keterangan foto yang panjang, Gilang tidak ragu menandai akun resmi sang menteri.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada keluarga korban, izinkan saya memberikan saran untuk menteri PPPA @arifah.fauzi yang kualitasnya ternyata tidak sesuai ekspektasi saya,” tulis Gilang mengawali kritiknya.

Gilang menilai logika memindahkan laki-laki ke bagian ujung rangkaian seolah-olah menjadikan kaum pria sebagai “tameng” atau korban yang dikorbankan.

Baca Juga: Buntut Saran Gerbong Belakang KRL Diisi Pria, Harta Kekayaan Menteri PPPA Arifah Fauzi Disorot

5 Pihak yang Dianggap “Tersinggung”

Dalam argumennya, Gilang membedah lima poin mengapa pernyataan Menteri Arifah Fauzi dinilai bermasalah:

  1. Laki-laki: Seolah dianggap tidak berharga dan boleh menjadi korban demi keselamatan perempuan.
  2. Perempuan: Menyinggung pejuang emansipasi, karena perempuan diposisikan sebagai pihak yang lemah dan selalu harus dilindungi secara fisik semata.
  3. Pihak KAI: Gilang menilai KAI pasti memiliki solusi yang lebih teknis, seperti perbaikan sistem sensor dan komunikasi, daripada sekadar memindah posisi penumpang.
  4. Keluarga Korban: Harapan keluarga adalah insiden tidak terulang lagi kepada siapa pun, tanpa memandang gender.
  5. Presiden Prabowo: Gilang menyinggung kepercayaan yang telah diberikan Presiden kepada Arifah Fauzi untuk menjabat posisi menteri.

Soroti Public Speaking Pejabat

Di akhir unggahannya, Gilang memberikan teguran keras terkait cara berkomunikasi para pejabat publik di Indonesia yang dinilainya sering memicu polemik daripada memberikan solusi nyata.

“Sampai kapan kita harus selalu disuguhkan dengan buruknya cara berkomunikasi dan public speaking pejabat seperti anda? Apakah masih ada pejabat yang betul-betul bicara dengan ‘hati’?” pungkas Gilang.

Hingga saat ini, unggahan tersebut telah menuai ribuan komentar dari netizen yang mayoritas sepakat bahwa penanganan kecelakaan transportasi seharusnya fokus pada aspek teknis keamanan, bukan pada pemisahan gender di rangkaian kereta. (mna)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |