Beranda Badminton PBSI Minta Maaf Usai Indonesia Tuai Hasil Terburuk di Ajang Piala Thomas 2026
Mewakilli PBSI, Eng Hian menyampaikan permohonan maaf gagal di Thomas Cup 2026. Foto: Dok. PBSI.
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, akhirnya angkat bicara menyusul hasil terburuk yang dialami tim beregu putra Indonesia di ajang Piala Thomas 2026.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, mengungkapkan permohonan maaf atas pencapaian terendah sepanjang sejarah keikutsertaan tim beregu putra Indonesia di ajang tersebut.
Ia menyampaikan penyesalan atas hasil yang tidak sesuai target tersebut. Sosok yang akrab disapa Koh Didi itu juga mengakui performa tim lawan lebih unggul dibandingkan Indonesia dalam laga penentuan tersebut.
BACA JUGA: Sejarah Pertama, Tim Thomas Indonesia Tersingkir Fase Grup Piala Thomas 2026
“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” ujar Eng Hian dalam keterangan resmi PBSI, dikutip Kamis (30/4/2026).
Pasalnya tim Merah Putih harus menelan kenyataan pahit setelah gagal melangkah dari fase grup. Hasil ini dipastikan usai Indonesia takluk dengan skor telak 1-4 dari Prancis pada laga terakhir Grup D, yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.
Wakil Indonesia tercatat tidak mampu mengamankan kemenangan dalam empat partai berturut-turut. Jonatan Christie, Alwi Farhan, Anthony Sinisuka Ginting, bahkan pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tidak mampu memberikan poin bagi tim Merah Putih.
Satu-satunya poin yang berhasil diraih Indonesia datang dari partai penutup melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka sukses mengamankan kemenangan setelah mengalahkan Christo Popov/Toma Junior Popov lewat rubber game dengan skor 21-18, 19-21, 21-11.
Permohonan maaf serupa juga disampaikan kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian. Ia mengakui performa tim belum mencapai level terbaik dan menjadikan hasil ini sebagai pelajaran penting untuk bangkit ke depan.
“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik. Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” ujar Fajar.
Dalam pernyataan resminya, PBSI juga menegaskan bahwa hasil ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi organisasi, khususnya dalam aspek pembinaan dan persiapan tim ke depan.
“Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PP PBSI dalam melakukan pembinaan dan persiapan ke depan. Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Prancis,” terang PBSI.
“Ke depan, PBSI berkomitmen untuk melakukan perbaikan menyeluruh guna meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya” tutupnya.
Lebih jauh hasil ini menjadi pukulan telak bagi Indonesia yang selama ini dikenal sebagai negara tersukses di ajang Piala Thomas dengan koleksi 14 gelar juara dari 30 kali keikutsertaan. Bahkan dalam tiga edisi sebelumnya, Indonesia selalu berhasil menembus partai final, termasuk menjadi juara pada 2020.
Kegagalan di edisi 2026 ini sekaligus mencatatkan hasil terburuk dalam sejarah olahraga Bulu Tangkis di Indonesia. Sebelumnya, pencapaian terburuk Indonesia hanya mentok di babak perempat final pada 2012 saat kalah 2-3 dari Jepang. Kini, untuk pertama kalinya, langkah Indonesia terhenti sejak babak fase grup. (zak)

9 hours ago
14

















































