Tasyi Athasyia Laporkan Karyawan ke Polisi Usai Puluhan Barang Mewahnya Senilai Rp570 Juta Raib

6 hours ago 8

Beranda Entertainment Tasyi Athasyia Laporkan Karyawan ke Polisi Usai Puluhan Barang Mewahnya Senilai Rp570 Juta Raib

Potret Tasyi Athasyia. Foto: Instagram @tasyiiathasyia

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kabar kurang menyenangkan kembali dialami YouTuber sekaligus influencer Tasyi Athasyia. Ia mengungkap pengalaman pahit setelah mengetahui salah satu orang yang bekerja dengannya diduga mencuri sejumlah barang mewah miliknya.

Cerita tersebut disampaikan Tasyi melalui unggahan di Threads. Dalam curhatnya, ia mengaku sangat terpukul lantaran orang yang selama ini telah mendapatkan kepercayaannya justru diduga mengambil puluhan koleksi tas dan sepatu mewah dengan total nilai mencapai sekitar Rp570 juta.

Peristiwa itu diketahui bermula pada awal Maret 2026. Saat itu, Tasyi sedang melakukan renovasi walking closet sekaligus merapikan koleksi tas-tas mewah miliknya. Ketika mengecek satu per satu barang yang tersimpan, ia menyadari ada sekitar lima tas yang tidak berada di tempatnya.

Tasyi pada awalnya memilih untuk berpikir positif. Ia bahkan berusaha mengikhlaskan kehilangan tersebut dan meyakini bahwa apabila barang-barang itu memang masih menjadi rezekinya, suatu saat akan kembali kepadanya.

“Aku berpikir, kalau memang tas-tas itu rezeki aku pasti tidak akan ke mana,” ujar Tasyi.

Namun, seiring berjalannya waktu, Tasyi mulai menyadari bahwa jumlah barang yang hilang ternyata semakin banyak. Tidak hanya tas, sejumlah barang mewah lainnya juga diketahui sudah tidak berada di tempat penyimpanan.

Kecurigaannya akhirnya menemukan titik terang pada Kamis malam, 6 Agustus 2026. Saat itu, Tasyi menerima notifikasi melalui email di ponselnya. Pemberitahuan tersebut menginformasikan bahwa barang-barang miliknya yang diduga dijual oleh pelaku telah berhasil terjual melalui sebuah toko online di media sosial.

Baca Juga: Paula Verhoeven Sedih Kiano Sering Bolos Sekolah Demi Syuting, Singgung Pendidikan

Dari kejadian tersebut, Tasyi kemudian mengetahui bahwa kehilangan berbagai koleksi mewahnya bukan sekadar kesalahan dalam menyimpan barang. Ia menduga barang-barang tersebut memang telah diambil dan diperjualbelikan oleh orang yang bekerja dengannya.

Bagi Tasyi, kerugian materi bukan satu-satunya hal yang membuat dirinya terpukul. Ia justru merasa lebih sakit hati karena kepercayaan yang selama ini dibangun dengan orang tersebut ikut hancur.

“Yang bikin sakit hati adalah kepercayaan yang sudah dibangun serta berbagai memori indah yang dilewati selama ini menjadi hancur hanya karena perbuatan tersebut,” ungkap Tasyi.

Atas kejadian itu, Tasyi menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak akan diselesaikan hanya dengan permintaan maaf. Ia memilih membawa kasus dugaan pencurian tersebut ke jalur hukum.

Tasyi diketahui telah membuat laporan kepada pihak kepolisian pada Jumat, 7 Agustus 2026. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk ketegasan atas kejadian yang dialaminya sekaligus agar persoalan tersebut dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pengalaman tersebut juga membuat Tasyi kembali teringat pada kejadian kurang menyenangkan yang pernah dialaminya sebelumnya. Ia mengaku pernah memberikan kesempatan kepada orang yang melakukan kesalahan dengan memaafkannya, tetapi justru menghadapi persoalan lain setelahnya.

“Dulu juga persis begini. Di depan aku, mereka minta maaf, tapi setelah dimaafkan malah memfitnah aku. Jujur, trauma ya Allah,” tutur Tasyi.

Kasus kehilangan puluhan koleksi mewah senilai ratusan juta rupiah tersebut kini telah dilaporkan kepada kepolisian. Tasyi pun memilih menyerahkan proses selanjutnya kepada pihak berwenang. (mna)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |