Beranda Bekasi Proyek Drainase Jalan Chairil Anwar Sepanjang 500 Meter Anggaran Rp3,4 Miliar, DBMSDA Klaim Begini
Pengerjaan proyek saluran drainase/gorong-gorong sepanjang ±500 meter di Jl. Chairil Anwar, Bekasi Timur, dengan anggaran sekitar Rp3,4 miliar menuai sorotan publik, lantaran besarnya pagu anggaran yang dinilai terlalu mahal dari proyeksi pembangunan tersebut. Foto: Zakky Mubarok/radarbekasi.id.
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pengerjaan proyek saluran drainase/gorong-gorong sepanjang ±500 meter di Jl. Chairil Anwar, Bekasi Timur, dengan anggaran sekitar Rp3,4 miliar menuai sorotan publik, lantaran besarnya pagu anggaran yang dinilai terlalu mahal dari proyeksi pembangunan tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, menegaskan proyek drainase tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan intensif. Ia memastikan bahwa seluruh detail dan tahapan pembangunan akan dipaparkan secara transparan kepada masyarakat, setelah proyek tersebut rampung sepenuhnya.
“Jadi gini memang pekerjaan masih berproses ya, jadi kan memang saat ini kita tetap kerja aja sesuai dengan spesifikasi yang kita tentukan, nanti setelah selesai baru kita bisa sampaikan ke masyarakat, karena kalau masih belum selesai kan memang masih acak-acakan di lapangan, biasalah itu,” ujar Idi saat ditemui di Pemkot Bekasi, Senin (13/4/2026).
BACA JUGA: Proyek Drainase DBMSDA Dilaporkan ke KPK
Ia menyebut alasan urgensi Pemerintah Kota untuk membangun proyek drainase tersebut sebagai respons atas kondisi jalur pejalan kaki yang telah rusak, sehingga menjadi perhatian publik. Menurutnya, pembangunan trotoar tidak akan efektif jika saluran air di sekitarnya tidak turut dibenahi.
“Kan itu pedestriannya udah rusak ya, di depan yang terhormat anggota Dewan ya, itu seberang-seberang kita bangun, nanti kita memang ke depan kita semua bangun pedestrian yang di jalan-jalan kota, saat kita bangun pedestrian pasti juga saluran kita benerin sekalian. Percuma kalau kita bangun pedestrian yang salurannya enggak,” jelasnya.
Ia mengatakan anggaran pembangunan proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni dan ditargetkan akan rampung dalam kurun waktu 3 bulan pengerjaaan. “Dari APBD murni, itu kalau sampai 3 bulanan lagi menurut saya,” ungkapnya.
Sebelumnya, salah satu warga melakukan kritik terhadap Pemerintah Kota Bekasi terkait dengan proyek saluran drainase tersebut. Pasalnya ia menyinggung alokasi dana sebesar Rp3,4 miliar untuk pembangunan drainase, padahal fasilitas itu disebut tidak mengalami persoalan yang berarti.
“Coba pembangunan gorong-gorong sampai 3,4 miliar, apakah mungkin pembangunan gorong-gorong sampai Rp3,4 M?” ungkap netizen, dikutip dari akun media sosial @bicaraindo. (zak)

13 hours ago
10

















































