Beranda Lifestyle Hiburan Salah Kira 'Zaghrouta' Sebagai Yodel, Sabrina Carpenter Minta Maaf Usai Momen Canggung di Coachella
Potret Penyanyi Sabrina Carpenter. Foto: Variety
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Panggung Coachella selalu punya cerita, dan kali ini nama Sabrina Carpenter menjadi pusat perhatian.
Bukan hanya karena penampilannya yang memukau, namun karena sebuah interaksi spontan dengan penonton yang berujung pada perdebatan mengenai kepekaan budaya.
Kejadian bermula saat penyanyi lagu hits “Espresso” ini sedang beraksi di atas panggung. Di tengah keriuhan penonton, terdengar suara Zaghrouta, sebuah seruan khas budaya Arab yang melengking tinggi, biasanya digunakan untuk mengekspresikan kegembiraan luar biasa dalam perayaan.
Sayangnya, Sabrina tampaknya asing dengan suara tersebut. Ia mengira suara itu adalah teknik vokal yodel dan memberikan komentar jujur yang cukup mengejutkan penonton lainnya.
“Kurasa aku mendengar seseorang bernyanyi yodel. Apakah itu yang kau lakukan? Aku tidak suka,” ucapnya secara spontan di atas panggung.
Sontak saja, video potongan momen tersebut langsung viral di media sosial. Banyak netizen, terutama dari komunitas Arab, menyayangkan komentar tersebut dan menganggap Sabrina kurang peka terhadap keberagaman budaya yang hadir di festival berskala internasional seperti Coachella.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Menyadari bahwa komentarnya memicu kontroversi, Sabrina tidak tinggal diam. Melalui media sosial pribadinya, ia segera memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Saya mohon maaf, saya tidak melihat orang ini dengan mata saya dan tidak dapat mendengar dengan jelas,” tulis Sabrina seperti yang dikutip dari Variety.
Ia menjelaskan bahwa suasana panggung yang riuh dan pencahayaan yang terang membuatnya tidak bisa memproses apa yang sebenarnya terjadi di kerumunan penonton.
Ia menegaskan bahwa reaksinya saat itu murni karena kebingungan, bukan bermaksud untuk menghina budaya tertentu.
Menutup permintaan maafnya, Sabrina menunjukkan sikap positif dengan mengakui kesalahannya dan belajar dari insiden tersebut.
“Reaksi saya murni kebingungan, sarkasme, dan bukan bermaksud buruk. Seharusnya saya bisa menanganinya dengan lebih baik! Sekarang saya tahu apa itu Zaghrouta! Saya menyambut semua sorakan dan yodel mulai sekarang,” ungkapnya.
“Sekarang saya tahu apa itu Zaghrouta! Saya menyambut semua sorakan dan yodel mulai sekarang,” tutupnya dengan nada yang lebih ringan.
Kini, momen tersebut menjadi pelajaran bagi banyak pihak tentang betapa pentingnya memahami ekspresi budaya yang beragam, bahkan di tengah hiruk-pikuk konser musik kelas dunia. (MNA)

10 hours ago
10

















































