Beranda Cikarang Pemkab Bekasi Tanggung Biaya Pengobatan Korban Ledakan
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat mengunjungi rumah keluarga korban ledakan di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Senin (31/8). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas elpiji 3 kilogram di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara.
“Untuk biaya (pengobatan,red), insyaallah kita akan cover dari Pemerintah Kabupaten Bekasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat mengunjungi rumah keluarga korban, Senin (31/8).
Diketahui, ledakan tersebut menyebabkan satu keluarga beranggotakan enam orang menjadi korban. Dua di antaranya, DS (36) dan anaknya, RA (7), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di RSUD Kabupaten Bekasi.
Sementara empat korban lainnya, masing-masing berinisial E, AP, B, dan A, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Selain menjamin biaya pengobatan, Pemkab Bekasi bersama Baznas juga menyerahkan bantuan logistik dan uang tunai Rp15 juta. Bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang mendampingi korban selama menjalani perawatan di Bandung.
“Tadi ada kita juga dari Baznas sudah menyerahkan beberapa anggaran untuk ongkosnya, untuk makannya, agar yang di Bandung yang nunggunya juga tidak kosong. Minimal bisa menunggu dengan maksimal,” katanya.
Asep juga mengingatkan masyarakat mengenai bahaya paparan gas yang dapat memperparah kondisi korban. Menurutnya, fatalitas tidak hanya disebabkan luka bakar, tetapi juga keracunan akibat menghirup gas.
“Ini kalau kita lihat bukan semburan api, tapi semburan gasnya. Bisa juga keracunan bahannya, luka bakar, ya tambah mungkin beberapa persen. Akhirnya dia dehidrasi, lalu dia meninggal,” terang Asep.
Untuk mencegah kejadian serupa, Pemkab Bekasi akan memperkuat sosialisasi mitigasi bencana rumah tangga, khususnya penggunaan LPG 3 kilogram. Edukasi akan dilakukan hingga tingkat RT dan RW.
Ia juga meminta masyarakat memahami langkah awal ketika mencium bau gas agar tidak panik dan mengambil tindakan yang justru membahayakan.
“Kalau bau, bagaimana tindakannya? Kalau dia khawatir, ya ditutupi dulu pakai karung basah,” kata Asep. (ris)

7 hours ago
16
















































