Muhamad Rochadi Sambut Baik Hasil Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

12 hours ago 12

Beranda Advertorial Muhamad Rochadi Sambut Baik Hasil Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Muhamad Rochadi (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat)

RADARBEKASI.ID,BEKASI- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhamad Rochadi, menyambut baik terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa bakti 2026-2031.

Pria yang akrab disapa Adi, itu berharap kehadiran Gus Kikin bisa membawa rumah besar Nahdliyin menjadi lebih baik dan lebih tertata. Diketahui, Gus Kikin dipilih sebagai Ketum PBNU oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

“Selamat buat KH Miftachul Akhyar menjadi Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031, serta Gus Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) selamat juga mengemban tugas kedepan agar PBNU menjadi lebih baik, lebih tertata, lebih maslahat buat umat,” ujar Adi, kepada Radar Bekasi, Senin (31/8).

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi itu mengungkapkan, Gus Kikin  menjadi pengasuh pondok pesantren tebu ireng, yang merupakan salah satu cicit KH Hasyim Asy’ari, serta pengusaha ulung, dan paham jaringan nasional. Kehadiran Gus Kikin diharapkan bisa lebih bermanfaat buat rumah besar PBNU. “Semoga itu bisa lebih bermanfaat buat PBNU di masa yang akan dateng,” ungkapnya.

Perihal sistem pemilihan calon ketua PBNU yang berbeda dari sebelumnya, Adi mengatakan, pada Muktamar ke-35 ada satu terobosan, dimana ketua dipilih oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), dengan sistem penjaringan yang sudah ditentukan. Nama Gus Kikin masuk daftar lima kandidat yang diajukan peserta Muktamar ke-35 NU. Empat kandidat lainnya yakni Zulfa Mustofa, Abdussalam Sochib atau Gus Salam, petahana Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, serta Abdul Ghofar Rozin.

“Jadi penjaringan nama lima calon, lalu kemudian lima tertinggi itu disodorkan ke majelis akhwa dan dipilih langsung. Tidak berpengaruh suara, tapi langsung ke sembilan akhwa ini,” ucapnya.

Saat disinggung terkait isu adanya campur tangan istana dalam pemilihan ketua PBNU, Rochadi mengaku, tidak tahu detail persoalan itu. “Kalau itu saya detailnya tidak tahu, karena kejadiannya saya enggak ngerti. Intinya semoga ini menjadi pilihan terbaik untuk rumah besar Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.  (pra/adv)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |