Jelang Setahun Tri Adhianto-Harris Bobihoe, Legislator Golkar Soroti Banjir dan Penurunan Investasi

7 hours ago 7

Beranda Berita Utama Jelang Setahun Tri Adhianto-Harris Bobihoe, Legislator Golkar Soroti Banjir dan Penurunan Investasi

Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, Dariyanto. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, Dariyanto, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Abdul Haris Bobihoe menjelang satu tahun masa jabatan.

Ia menilai sejumlah program strategis telah berjalan efektif dan dampak positifnya mulai dirasakan masyarakat.

“Satu tahun kepemimpinan Pak Tri dan Pak Haris ini, saya secara pribadi mengapresiasi langkah-langkah yang sudah diambil, terutama dalam penataan lingkungan. Banyak wilayah yang kini mulai tertata dengan baik,” kata Dariyanto di gedung DPRD, Jumat (13/2).

Infrastruktur dan Penataan Kota Jadi Perhatian

Meski sejumlah capaian telah diraih, ia menilai masih ada pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan, terutama pada sektor infrastruktur dan pengendalian banjir yang hingga kini masih menjadi polemik di Kota Bekasi.

Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah, sehingga persoalan tersebut kembali mencuat.

“Persoalan banjir ini harus ditangani bukan hanya maksimal, tetapi sampai tuntas. Ini menjadi PR bersama,” tegas Dariyanto.

Selain pengendalian banjir, penataan pedestrian serta penertiban kabel ducting juga dinilai perlu mendapat perhatian serius sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang modern dan tertata.

Soroti Penurunan Investasi

Dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi, Dariyanto mencatat adanya penurunan realisasi investasi dibandingkan periode sebelumnya.

“Berdasarkan hearing dengan dinas terkait, capaian investasi sekitar 79 persen, lebih kecil dibanding masa pandemi Covid-19. Salah satu faktornya karena program strategis nasional sudah banyak yang selesai,” jelasnya.

Ia menambahkan, turunnya daya beli masyarakat turut berdampak pada sektor perdagangan dan jasa. Bahkan, beberapa pusat perbelanjaan dilaporkan mengalami penurunan aktivitas hingga harus menghentikan operasional.

Padahal, menurutnya, Kota Bekasi memiliki potensi besar sebagai ikon kota jasa dan perdagangan di wilayah penyangga ibu kota.

“Kita membutuhkan investor untuk terus berkembang. Karena itu, pemerintah harus fokus meningkatkan kembali nilai investasi,” tuturnya. (cr1)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |