Beranda Cikarang Jalan Provinsi di Cikarang Selatan Rusak Parah, Berkendara Tak Fokus Bisa Masuk Lubang
JALAN RUSAK: Pengendara melintasi jalan rusak KH Raden Ma'mun Nawawi di Desa Pasirsari, Cikarang Selatan, Rabu (18/2). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kondisi infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Bekasi kembali dikeluhkan warga. Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan kabupaten dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah ruas jalan utama.
Berdasarkan pantauan, kerusakan terjadi di Jalan KH. Raden Ma’mun Nawawi, tepatnya di depan PT Mulia Keramik, kemudian di U-turn persimpangan Gerbang Tol Cikarang Barat, Desa Pasirsari sepanjang 500 meter, serta di pertigaan Pasirrandu, Desa Sukasari, Kecamatan Serangbaru sepanjang 150 meter.
Lubang-lubang besar sedalam 10 hingga 20 cm memenuhi badan jalan dan menimbulkan genangan air yang berpotensi menjebak pengendara. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa memperlambat laju untuk menghindari lubang. Tak jarang antrean panjang terjadi akibat penyempitan jalur efektif karena aspal mengelupas dan menyisakan kerikil tajam.
Kondisi ini semakin berbahaya pada malam hari atau saat hujan turun. Lubang-lubang tertutup genangan air keruh sehingga tidak terlihat oleh pengendara. Diketahui, Jalan KH. Raden Ma’mun Nawawi memiliki panjang sekitar 26 kilometer berstatus jalan provinsi.
Salahsatu pengendara sepeda motor, Asep Wandi (43), mengaku kecewa terhadap lambannya penanganan dari pihak terkait. Menurutnya, jalan rusak tersebut kerap memakan korban, terutama pengendara motor yang terperosok.
“Kondisinya sudah parah banget. Kalau lewat sini harus ekstra fokus, salah dikit milih jalur bisa langsung masuk lubang. Apalagi kalau habis hujan begini, kita nggak tahu mana yang aspal mana yang lubang dalam,” ucap Asep, Rabu (18/2).
Ia berharap pemerintah setempat tidak hanya melakukan penambalan sementara yang mudah rusak kembali saat terkena air hujan. Mereka menuntut adanya perbaikan permanen dengan sistem drainase yang lebih baik agar air tidak menggenang di badan jalan.
“Motor saya sudah sering masuk bengkel gara-gara lubang ini, harus ganti klaher. Tolonglah segera diperbaiki sebelum ada korban jiwa yang lebih banyak,” tambahnya.
Warga lainnya, Dimas (42), mengatakan ruas jalan di Desa Pasirsari kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas. Ia menyebut sedikitnya tiga kecelakaan terjadi dalam tiga bulan terakhir.
“Waktu itu saya lewat, ada motor kelindes truk menghindari lubang,” tutur Dimas.
Menurutnya, kerusakan jalan sudah berlangsung beberapa bulan dan semakin parah akibat curah hujan tinggi. Lubang-lubang kini berubah menjadi kubangan air.
“Sebagai warga Jawa Barat saya berharap jalan ini diperbaiki, apalagi ini jalan ramai, biar gak macet karena truk-truk gede juga lewat sini,” harapnya.
Sementara itu, Camat Cikarang Selatan, Muhammad Said, mengakui kerusakan jalan provinsi di wilayahnya banyak dikeluhkan masyarakat. Namun, perbaikan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Sudah ada beberapa yang menyampaikan keluhannya ke kita. Sejauh ini makin rusak belum ada langkah konkret perbaikan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat,” terang Said.
Ia menambahkan, kerusakan jalan juga memicu kemacetan lalu lintas. Pemerintah kecamatan berharap perbaikan segera dilakukan, terlebih ruas tersebut menjadi jalur mudik Lebaran 2026.
“Ya tentu kita sebagai pemerintah kecamatan itu menaruh atensi juga untuk mendorong, berharap kepada pemerintah provinsi untuk segera dilakukan perbaikan, pembenahan. Karena itu sangat mengganggu kelancaran lalu lintas,” katanya.
Terpisah, Pelaksana Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna mempercepat perbaikan jalan.
“Karena gak mungkin kalau kita semua yang perbaiki, orang kita sekarang juga lagi butuh anggaran. Jadi kita akan komunikasi dengan Bappeda Provinsi,” tutup Asep. (ris)

23 hours ago
17

















































