RADARBEKASI.ID, BEKASI – Eka Hospital Bekasi memperkuat edukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan diabetes sejak dini melalui kegiatan Senam dan Talkshow bertema “Gula Sehat, Kaki Selamat” pada Minggu (10/5).
Kegiatan tersebut menghadirkan dua dokter spesialis penyakit dalam, yakni dr. Melisa Diah Puspitasari, Sp.PD dan dr. Hendra Wibowo, Sp.BVE(K). Keduanya memberikan edukasi mengenai pentingnya pengendalian gula darah serta pencegahan komplikasi diabetes, khususnya kaki diabetik.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kadar gula darah tetap terkontrol, menerapkan pola hidup sehat, melakukan deteksi dini komplikasi diabetes, hingga penanganan gangguan pembuluh darah yang dapat memicu luka kaki diabetik dan berisiko amputasi apabila tidak ditangani secara tepat.
Selain talkshow kesehatan, kegiatan juga diisi dengan senam bersama sebagai ajakan kepada masyarakat untuk menerapkan gaya hidup aktif dan sehat guna membantu mengontrol diabetes secara optimal.
Diabetes diketahui menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di Indonesia setelah stroke dan jantung koroner. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memprediksi jumlah kasus diabetes di Indonesia akan meningkat drastis pada 2030 mendatang.
Eka Hospital sebagai salah satu rumah sakit di Indonesia turut memberikan andil untuk melakukan penanganan penyakit yang disebabkan gula darah tinggi ini, yakni dengan memperkenalkan layanan unggulan Diabetes Connection Care (DCC) kepada masyarakat luas sekaligus memberikan pendampingan berkelanjutan bagi pasien diabetes.
dr. Melisa Diah Puspitasari menjelaskan, waktu terbaik untuk memeriksa gula darah adalah saat puasa di pagi hari sebelum makan serta dua jam setelah makan.
“Puasa pagi sebelum makan apapun, kemudian dua jam setelah makan untuk mengetahui apakah sudah terkontrol atau belum gulanya,” ujar dr. Melisa.
Kadar gula darah yang baik dan normal bervariasi tergantung pada waktu pemeriksaan baik puasa atau setelah makan serta usia.
“Gula darah drop di bawah 70. Gula darah serendah mungkin juga nggak baik. Targetnya gula puasa pagi-pagi belum makan periksa 80-130, kemudian dua jam setelah makan di bawah 180 targetnya,” tuturnya.
Sementara itu, dr. Hendra Wibowo mengatakan diabetes melitus dapat menyerang semua usia, baik muda maupun lanjut usia.
“Kalau masih muda sudah ada diabetes melitus tentu risiko untuk terjadi luka di kaki akan menjadi semakin meningkat. Karena diabetes melitus seperti melukai pembulu darah di kaki sehingga pembulu darah menyempit,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat suplai darah dan nutrisi ke kaki berkurang sehingga lebih rentan menimbulkan luka.
“Apabila sudah terjadi luka, maka lukanya sulit untuk sembuh,” ujarnya.
Hospital Director Eka Hospital Bekasi, dr. Liong Ajub, MM mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memberikan edukasi yang lebih mudah dipahami masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan diabetes sejak dini.
“Tidak hanya fokus pada pengobatan, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah yang bermanfaat bagi pasien Diabetes Connection Care (DCC) maupun masyarakat umum untuk semakin peduli terhadap kesehatan dan mempercayakan penanganan diabetes kepada kami,” ujar dr. Liong.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Eka Hospital Bekasi dalam membangun hubungan baik dan kedekatan dengan pasien Diabetes Connection Care (DCC) serta menciptakan relasi yang kuat dan berkelanjutan antara rumah sakit dengan para pasien dan masyarakat.
“Dengan dukungan tim dokter multidisiplin dan layanan kesehatan yang terintegrasi, Eka Hospital Bekasi terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas dan terpercaya bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan diabetes secara menyeluruh,” pungkasnya.
Diabetes Connection Care Eka Hospital
Sejak 2020, Eka Hospital menghadirkan Diabetes Connection Care sebagai pusat layanan diabetes terintegrasi pertama di Indonesia. Layanan ini melibatkan berbagai disiplin ilmu yang bekerja sama secara profesional dalam menangani pasien mulai dari tahap promotif, preventif, diagnosis, terapi hingga rehabilitatif.
Saat ini, layanan Diabetes Connection Care tidak hanya tersedia di Eka Hospital BSD, tetapi juga hadir di seluruh cabang Eka Hospital. Program tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE.
Diabetes Connection Care memiliki tata laksana penanganan diabetes dan perawatan kaki diabetik secara komprehensif dengan memadukan keahlian dokter spesialis konsultan diabetes endokrinologi (Sp.PD-KEMD) dan dokter konsultan bedah vaskular.
Pendekatan tersebut bertujuan mengendalikan kadar gula darah, mengontrol infeksi melalui perawatan luka, serta memperbaiki kondisi pembuluh darah.
Diabetes Connection Care mengadopsi dan menerapkan strategi klinis dan berfokus pada pengurangan risiko yang komprehensif berdasarkan standar yang diakui secara internasional. Pelayanan medis dan praktik kedokteran terbaik yang akan memfasilitasi adopsi dan akses ke terapi berbasis bukti terkini dengan tujuan meningkatkan kualitas perawatan dan hasil.
Kemajuan perawatan dan data hasil pasien akan dikumpulkan di seluruh kota yang berpartisipasi dan disimpan di dalam pusat data registri untuk penilaian kualitas perawatan dan hasil.
Eka Hospital Bekasi telah melayani masyarakat selama lebih dari lima tahun dengan penuh ketulusan dan dedikasi. Eka Hospital melakukan pengembangan pusat pelayanan khusus untuk berbagai masalah kesehatan khususnya untuk penyakit diabetes. (oke)

6 hours ago
14

















































