Krisis Bukan

11 hours ago 15

Momen Dahlan Iskan bertamu ke rumah Rocky Gerung pada 2022 silam.--

Oleh: Dahlan Iskan

Rocky Gerung pamit. Sudah lima tahun RG sering tampil di forum zoom yang disebut ILT –Indonesia Leaders Talk. Tiap Jumat malam.

Awalnya saya heran kok RG begitu aktif di forum miliknya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ternyata ILT bukan organ PKS. Itu inisiatif pribadi tokoh utama PKS: Mardani Ali Sera. Mardani bersahabat dengan RG –sesama orang UI. Hanya saja RG orang filsafat, Mardani dari fakultas teknik mesin –sebelum melanjutkan kuliah ke Malaysia.

Tapi bukan UI saja yang mempertemukan Mardani dengan RG. Saat ILT dirancang, lima tahun lalu, posisi PKS adalah oposisi. Maka ILT ingin seirama dengan posisi partai. Mardani mencari tokoh yang suaranya juga oposisi. Ketemulah RG.

Tentu ada hal lain yang mempertemukan keduanya: sesama gila membaca buku. Buku serius. Jarang politisi seperti Mardani.

Saya beberapa kali diundang bicara di ILT –sesekali diduetkan dengan RG. Terakhir Jumat malam kemarin: sendirian. Di situ saya tahu: RG pamit. Tidak akan tampil lagi di ILT dalam waktu yang belum ditentukan. Mardani sendiri yang mengumumkan pamitan itu. Dasarnya: WA dari RG sendiri yang dikirim ke Mardani.

Alasan RG: belakangan ia sibuk dan akan semakin sibuk dengan tugas-tugas mengatasi masalah sampah. “Termasuk sampah politik,” ujar RG di dalam WA-nya ke Mardani.

Izinkan saya menafsirkan pamitannya itu: RG kini sibuk di program pemerintah di bidang lingkungan hidup. Sahabat karibnya baru saja dilantik menjadi menteri lingkungan hidup: Jumhur Hidayat. Sangat mungkin Jumhur merayu RG untuk membantunya. Anda sudah tahu: Presiden Prabowo sangat risau dengan persoalan sampah di Indonesia. Di mata Prabowo, sampah terkait dengan tingkat peradaban bangsa.

Penglihatan Prabowo atas sampah bisa saya analogikan dengan kerisauan beliau pada atap seng. Sampai secara spontan Prabowo membuat program gentingisasi. RG tentu punya kegelisahan yang sama di bidang sampah. Seorang pendaki gunung pasti punya doktrin yang kuat sebagai anti-sampah.

Bahwa RG telah lima tahun tampil di acara mingguan merupakan prestasi tersendiri. Apalagi itu bukan kerja yang menghasilkan uang.

Rasanya baru Mardani, anggota DPR yang punya forum zoom seperti itu.

Mardani orang Betawi. Anaknya sembilan orang. Kini Mardani jadi anggota DPR dari daerah pemilihan Jakarta timur. Ini masa jabatan keempat baginya di DPR –dua yang pertama sebagai pengganti antar waktu. Posisinya di PKS sendiri sangat vital: ketua pemenangan pemilu DPP PKS.

Bahwa forum yang diprakarsainya bernama Indonesia Leaders Talk itu karena Mardani sangat tertarik dengan masalah kepemimpinan. “Sekolah yang beliau dirikan pun bernama Mardani Leadership School,” ujar Haldi Panjaitan, orang kepercayaan Mardani. Haldi bertugas sebagai moderator di ILT, sejak forum itu lahir. Ia termasuk yang ikut merumuskannya.

Haldi orang Medan: alumnus SMAN 1 di sana. Lalu masuk ITB: elektro –arus lemah. Kini Haldi punya perusahaan konsultan IT. Menurut Haldi ILT menonjolkan pemikiran leadership yang pro pada logika, etika, dan akal sehat.

Saya lihat kadang etika itu tonjolkan sedemikian tinggi sampai saat membahas situasi krisis sekarang ini pun Mardani menyandarkan diri pada keteladanan Nabi Yusuf dan Nabi Muhammad.

Topik kepemimpinan dalam krisis itulah yang diberikan ke saya. Seolah Indonesia sudah dalam krisis sehingga pemimpinnya harus bagaimana.

Saya sendiri melihat pemimpin kita sepertinya tidak percaya sekarang ini sedang krisis. Buktinya tidak ada langkah yang saya nilai bisa mencerminkan ”langkah krisis”.

Memang ada resuffle kabinet belum lama ini. Tapi jauh dari ”resuffle rasa krisis”. Kabinet juga tetap dipertahankan gemuk pertanda tidak ada urgensi melangsingkannya. MBG juga jalan terus. Koperasi Desa Merah Putih idem dito. Penghematan pun masih sebatas seruan.

Berarti pemerintah beranggapan keadaan baik-baik saja. Mungkin pemerintah justru ingin berkilah ke pihak yang menganggap sekarang ini sedang krisis: ekonomi justru tumbuh lebih tinggi: 5,61 persen.

Soal harga-harga yang dibilang naik? Pemerintah punya kilahnya: buktinya inflasi sangat rendah.

Kan rupiah anjlok? Pun ada kilahnya: itu hanya siklikal (Lihat Disway 7 Mei 2026/Panda Dimsum). Bagaimana dengan merosotnya harga saham di bursa? Tetap ada kilahnya: itu demam jangka pendek saja karena lagi ada penyehatan di bursa saham. Setelah itu harga akan naik lagi dan bursa saham sudah lebih sehat.

Kesimpulannya: jangan-jangan Anda memang sedang berbeda pendapat dengan para pimpinan di pemerintahan. Di sini bilang ada krisis, di sana bilang sebaliknya.

Itu ibarat rujak sentul: satu ngalor satu ngidul –satu pihak ke utara, pihak lainnya ke selatan.

Jangan-jangan RG tidak hanya pensiun dari ILT tapi juga dari semua mimbar kritis di luar Istana.(Dahlan Iskan)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |