Cegah Kebakaran, TPA Burangkeng Diawasi 24 Jam

6 hours ago 10

Beranda Cikarang Cegah Kebakaran, TPA Burangkeng Diawasi 24 Jam

TPA BURANGKENG: Foto udara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Setu, Senin (10/8). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi, diawasi selama 24 jam untuk mencegah kebakaran selama musim kemarau. Pengelola tak hanya mengandalkan petugas, tetapi juga melibatkan pemulung dan masyarakat sekitar untuk mendeteksi titik api sedini mungkin.

Kepala UPTD TPA Burangkeng Samsuro Mandiansyah mengatakan pengawasan diperketat setelah TPA di daerah lain terbakar, di antaranya di Tangerang dan Depok. Pengelola tak ingin kejadian serupa berulang di Burangkeng.

“Kami sudah mendapat alarm dari beberapa TPA di Indonesia yang mengalami kebakaran, seperti di Tangerang dan Depok. Dari situ kami melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir potensi kebakaran di TPA Burangkeng,” ujar Samsuro, belum lama ini.

Pengawasan tak hanya mengandalkan petugas. Pengelola melibatkan pemulung dan masyarakat yang tinggal di sekitar TPA. Mereka diminta segera melapor jika melihat asap, percikan api, atau tanda-tanda kebakaran.

Selain itu, sejumlah banner peringatan dipasang di berbagai sudut kawasan TPA.

“Yang pertama kami lakukan adalah sosialisasi kepada para pemulung dan masyarakat sekitar. Kami juga memasang banner larangan merokok, larangan membakar sampah sembarangan, serta imbauan agar segera melapor.

Di dalam kawasan TPA, 14 personel disebar dalam dua sif. Tujuh petugas berjaga pada siang hari dan tujuh lainnya pada malam hari. Mereka berpatroli dan memeriksa area yang berpotensi menjadi sumber kebakaran, termasuk lokasi yang berpotensi mengandung gas metana dan titik panas.

Pengecekan dilakukan setiap jam untuk mendeteksi titik api sedini mungkin.

BACA JUGA: Polres Metro Bekasi Dalami Temuan Sewa Alat Berat Rp24,56 Miliar di TPA Burangkeng

“Ada pergantian sif sehingga pemantauan berlangsung terus menerus. Petugas secara berkala berkeliling ke titik-titik yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tutur Samsuro.

Peralatan pemadam juga disiagakan. Pengelola menempatkan dua truk tangki air, dua pompa portabel, dan ekskavator di kawasan TPA. Koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi dilakukan untuk mempercepat penanganan jika terjadi keadaan darurat.

“Dua mobil truk tangki sudah kami siapkan. Jadi ketika ada percikan api, kendaraan tersebut langsung bergerak menuju lokasi agar api bisa segera dikendalikan,” jelas Samsuro.

Pencegahan juga dilakukan melalui penataan sampah. Pengelola menerapkan sistem sanitary landfill dan membuat terasering pada zona penimbunan. Sampah yang masih lembap ditempatkan di bagian atas tumpukan sebagai salah satu upaya mengantisipasi kebakaran.

“Kami menata zona-zona sampah dengan baik melalui sistem sanitary dan membuat terasering. Sampah yang masih lembap kami tempatkan di bagian atas sebagai salah satu upaya mengantisipasi kebakaran. Musim kemarau sekarang memang cukup ekstrem sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

Dengan pengawasan selama 24 jam, kesiapan sarana pemadam, serta keterlibatan pemulung dan masyarakat sekitar, pengelola berharap potensi kebakaran di TPA Burangkeng dapat ditekan selama musim kemarau.

“Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat menjaga TPA Burangkeng tetap aman selama musim kemarau,” pungkasnya. (ris)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |