Beranda Lifestyle Benarkah TWS Aman untuk Kesehatan Telinga? Ini Risiko dan Cara Pakainya yang Tepat
Ilustrasi TWS. Foto: Magnific.com
RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Penggunaan True Wireless Stereo (TWS) kini semakin sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Bentuknya yang ringkas, tanpa kabel, dan mudah digunakan membuat perangkat ini menjadi pilihan banyak orang untuk mendengarkan musik, menonton video, hingga menerima panggilan telepon.
Namun, di balik kepraktisannya, masih banyak orang yang mempertanyakan keamanan TWS bagi kesehatan, khususnya telinga. Kekhawatiran tersebut salah satunya berkaitan dengan gelombang elektromagnetik atau electromagnetic fields (EMF) yang dipancarkan perangkat elektronik.
EMF merupakan energi yang dihasilkan oleh berbagai perangkat elektronik, termasuk ponsel dan perangkat audio nirkabel. Sementara itu, TWS menggunakan radiofrequency electromagnetic fields (RF-EMF) untuk mendukung komunikasi nirkabel melalui teknologi seperti Bluetooth.
Meski istilah radiasi kerap membuat khawatir, paparan RF-EMF dari perangkat Bluetooth berada pada tingkat yang rendah. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa paparan dari perangkat tersebut tidak menjadi sumber risiko kesehatan yang signifikan bagi sebagian besar orang ketika digunakan secara normal.
Keluhan seperti rasa tidak nyaman atau pusing yang terkadang muncul saat menggunakan perangkat nirkabel juga tidak serta-merta menunjukkan adanya bahaya radiasi. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk sensitivitas seseorang terhadap penggunaan perangkat audio.
Justru, persoalan kesehatan yang lebih perlu diperhatikan dari penggunaan TWS berkaitan dengan kondisi telinga. Berbeda dengan sejumlah earphone kabel yang hanya ditempatkan di bagian luar telinga, TWS umumnya memiliki desain yang masuk dan menutup saluran telinga.
Penggunaan TWS dalam waktu lama, terutama ketika tubuh sedang berkeringat, dapat membuat area di dalam telinga menjadi lebih panas dan lembap. Lingkungan yang lembap berpotensi mendukung pertumbuhan bakteri maupun jamur sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada telinga bagian luar.
Gejala infeksi tersebut dapat berupa rasa gatal, nyeri, iritasi, hingga ketidaknyamanan pada telinga. Karena itu, durasi penggunaan dan kebersihan perangkat menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga: Sering Lap Dudukan Toilet Umum Pakai Tisu? Ternyata Bisa Jadi Kebiasaan yang Salah
Sementara itu, earphone kabel dengan desain yang tidak menutup saluran telinga secara rapat cenderung memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik. Kondisi tersebut dapat membantu mengurangi kelembapan berlebih di dalam telinga.
Meski demikian, bukan berarti penggunaan TWS harus dihentikan sepenuhnya. Perangkat ini tetap dapat digunakan dengan aman selama pemakaiannya dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membatasi durasi penggunaan. Hindari mengenakan TWS terus-menerus dalam waktu lama dan berikan jeda secara berkala agar telinga memiliki kesempatan untuk kembali mendapatkan sirkulasi udara.
Kebersihan perangkat juga perlu diperhatikan. Bagian earbud yang bersentuhan langsung dengan kulit sebaiknya dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi tempat menumpuknya kotoran, bakteri, maupun mikroorganisme lainnya.
Selain itu, pengguna dapat sesekali mengganti TWS dengan earphone kabel yang tidak terlalu menutup saluran telinga atau menggunakan speaker ketika berada di rumah dan tidak membutuhkan privasi suara.
Pada akhirnya, penggunaan TWS bukan semata-mata soal memilih perangkat nirkabel atau kabel. Yang lebih penting adalah memperhatikan durasi pemakaian, menjaga kebersihan perangkat, serta memberikan waktu istirahat bagi telinga.
Dengan kebiasaan penggunaan yang tepat, kenyamanan teknologi TWS tetap dapat dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan telinga dalam jangka panjang. (mna)

8 hours ago
14

















































