BCA Dukung Keberlanjutan Seni Pertunjukan melalui Program Sanggar Bakti BCA

22 hours ago 10

Beranda Bisnis BCA Dukung Keberlanjutan Seni Pertunjukan melalui Program Sanggar Bakti BCA

Citra Art Studio Jadi Binaan Pertama Sanggar Bakti BCA – Citra Art Studio menjadi sanggar pertama yang terpilih untuk menjadi peserta program Sanggar Bakti BCA untuk mendapatkan pembinaan jangka menengah yang lebih mendalam. Sanggar ini dipilih melalui proses audisi dan kurasi yang mencakup sesi presentasi serta penampilan secara langsung di hadapan panelis ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu Happy Salma (Pendiri Titimangsa), Nungki Kusumastuti (Akademisi Seni dan Pertunjukan), Sari Madjid (Produser dan Stage Manager Teater Koma), serta Nanang Hape (Budayawan dan Dalang).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi memulai program Sanggar Bakti BCA sebagai langkah untuk memperkuat keberlanjutan ekosistem seni pertunjukan di Indonesia. Program ini hadir untuk menjawab berbagai tantangan nyata yang dihadapi oleh komunitas seni, mulai dari keterbatasan pendanaan, kapasitas pengelolaan organisasi yang minim, hingga terbatasnya akses terhadap pendampingan dan jejaring pengembangan.

Citra Art Studio menjadi sanggar pertama yang terpilih untuk menjadi peserta program Sanggar Bakti BCA untuk mendapatkan pembinaan jangka menengah yang lebih mendalam. Fokus pembinaan bukan hanya pada peningkatan kualitas karya pertunjukan, melainkan juga pada penguatan organisasi, pengelolaan kegiatan dan pertunjukan, dokumentasi karya, serta pengembangan sumber daya manusia agar sanggar dapat tumbuh lebih profesional, mandiri dan berkelanjutan.

Dukungan Nyata Bakti BCA dalam Mendorong Pelestarian Seni Budaya Nusantara – EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn berharap program Sanggar Bakti BCA ini dapat memperkuat peran sanggar sebagai ruang pelestarian dan pengembangan seni budaya, sehingga mampu terus melahirkan karya, membuka kesempatan belajar bagi generasi muda dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebagai informasi, Citra Art Studio merupakan komunitas yang bergerak di bidang tari dan musik, di mana komunitas ini dibentuk oleh Armen Suwandi dan Siti Suryani. Citra Art Studio juga menekuni tarian kontemporer, semua tarian tradisi, dan kreasi di nusantara. Citra Art Studio ikut aktif dalam upaya mengembangkan dan melestarikan seni budaya yang ada di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan dalam berbagai acara baik di dalam negeri maupun di luar negeri,  juga aktif dalam kegiatan festival musik dan tari.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn berharap program ini dapat memperkuat peran sanggar yang dibentuk pada tahun 2006 ini sebagai ruang pelestarian dan pengembangan seni budaya, sehingga mampu terus melahirkan karya, membuka kesempatan belajar bagi generasi muda dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk mengembangkan potensi, memperluas peluang, dan memperkuat keberlanjutan sanggar. Pendampingan yang kami berikan diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk terus bertumbuh dan menjangkau audiens yang lebih luas,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn.

Pelaksanaan program ini menggandeng Titimangsa sebagai mitra pelaksana program. Pemilihan ini dilakukan berdasarkan rekam jejak Titimangsa selama lebih dari 15 tahun dalam mengembangkan seni pertunjukan, pengalaman memproduksi berbagai karya seni dan program pelatihan.

Terdapat dua tahapan dalam pelaksanaan Sanggar Bakti BCA, yaitu:

  • Tahap pertama, asesmen dan pemetaan komunitas seni untuk mengidentifikasi sanggar potensial berdasarkan aktivitas seni, kapasitas organisasi, kualitas proses berkesenian, dan komitmen untuk berkembang

  • Tahap kedua, pendampingan intensif yang mencakup penguatan kualitas artistik, penguatan kapasitas organisasi, dan pengembangan karya pertunjukan.

Sebanyak 10 sanggar yang menjadi kandidat program telah menjalani penilaian oleh tim periset yaitu Elly Luthan (maestro & koreografer tari tradisi) dan Joned Suryatmoko (aktor dan pelaku seni). Berdasarkan hasil evaluasi secara komprehensif, terpilih lima sanggar terbaik yang memenuhi kriteria untuk selanjutnya melakukan presentasi secara langsung di hadapan panelis ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu Happy Salma (Pendiri Titimangsa), Nungki Kusumastuti (Akademisi Seni dan Pertunjukan), Sari Madjid (Produser dan Stage Manager Teater Koma), serta Nanang Hape (Budayawan dan Dalang).

Sebagai mitra pelaksana program Sanggar Bakti BCA, Happy Salma mengapresiasi kolaborasi dengan Bakti BCA dalam mendukung keberlanjutan seni pertunjukan di Indonesia. Menurutnya, program ini menjadi ruang belajar yang membuka kesempatan bagi sanggar untuk memperkaya perspektif dalam mengelola serta mengembangkan aktivitas kesenian, juga memperkuat ekosistem dan keberlanjutan.

“Senang sekali dapat berkolaborasi dengan Bakti BCA dalam program ini. Kolaborasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Titimangsa. Kami bertemu dengan banyak pegiat seni yang bekerja dengan penuh konsistensi dan kecintaan terhadap tradisi. Harapan kami, sanggar yang terpilih dapat menjadikan program ini sebagai kesempatan untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan gagasan baru, dan semakin yakin melangkah dalam perjalanan berkesenian mereka,” ujar Happy Salma.

Nungki Kusumastuti pun berpesan agar sanggar yang terpilih dapat semakin memperkuat program yang akan dijalankannya setelah mendapatkan pendampingan dari BCA. Harapannya, pendampingan dapat berlangsung efisien dan tepat sasaran.

“Terpilih sebagai Sanggar Bakti BCA tentu menjadi sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab. Saya berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk semakin memperkuat pengelolaan sanggar, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan menyiapkan langkah-langkah agar sanggar dapat terus tumbuh secara mandiri. Terlepas dari itu, saya ucapkan selamat karena sudah terpilih,” ujar wanita yang kerap disapa Nungki ini. (bps/*)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |