Banjir 2025 Terparah Sepanjang Sejarah, Warga PML Soroti Proyek Strategis Nasional Tanggul Kali Bekasi Mangkrak

8 hours ago 9

Beranda Berita Utama Banjir 2025 Terparah Sepanjang Sejarah, Warga PML Soroti Proyek Strategis Nasional Tanggul Kali Bekasi Mangkrak

Sejumlah warga PML membentangkan spanduk saat aksi damai di gerbang utama perumahan, Minggu (15/2). FOTO: EKO ISKANDAR/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Banjir yang merendam Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML) pada Maret 2025 sebagai yang terparah sepanjang sejarah kawasan tersebut, bahkan melampaui banjir besar 2020.

Hal itu disampaikan Ketua RW 013 PML, M Fabil, sebagaimana tertuang dalam notulensi Aksi Damai warga PML di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (15/2). Pertemuan tersebut membahas kondisi banjir serta lambannya realisasi proyek pengendalian banjir di wilayah PML.

Menurut Fabil, warga menyoroti alokasi anggaran sekitar Rp4,7 triliun dari APBN untuk normalisasi dan penguatan tanggul Kali Bekasi dari hulu hingga hilir yang masuk proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, proyek tersebut dinilai mangkrak dalam setahun terakhir.

Titik itu berada di sekitar gerbang utama PML sepanjang 300 meter yang hingga kini menjadi jalur masuk luapan sungai setiap terjadi “kiriman air” dari Sungai Cileungsi Bogor akibat hujan lebat di bagian hulu.

“Di PML, pembangunan tanggul dari P2C (Kali Bekasi) hampir seluruhnya rampung. Tapi, masih terjadi kebocoran di gerbang depan kami. Kalau bagian belakang hingga tengah sudah tertutup tanggul,” katanya.

Saat terjadi kenaikan tinggi muka air (TMA) Kali Bekasi pada Rabu (11/2) malam yang mencapai 620 cm, air masih menggenangi sebagian akses jalan akibat proyek tanggul yang belum tuntas di PML. Air sungai masuk dari akses jalan depan dan area kebun.

Ia juga menyebut program normalisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) belum berjalan optimal karena baru sekitar 700 meter tahap awal yang diselesaikan.

“Persoalan pembebasan lahan jadi biang keroknya. Area sempadan sungai selebar 7–14 meter yang seharusnya bebas bangunan masih banyak berdiri di atas lahan bersertipikat, sehingga proses penertiban sulit,” katanya.

Sejumlah warga PML meletakkan karung berisi tanah untuk memperkuat tanggul sementara Kali Bekasi di titik gerbang utama perumahan, Minggu (15/2). FOTO: EKO ISKANDAR/RADAR BEKASI

Warga PML, Adi, berharap pembangunan tanggul segera dilanjutkan. Ia khawatir banjir lima tahunan mendatang akan lebih parah dibandingkan 2025.

“Banjir lima tahun benar sekali. Banjir 2020 seleher, 2025 Maret dua meter lebih. Kalau ini tidak ditanggul (titik gerbang utama,red), ekskalasinya mungkin lebih tinggi lagi,” ujar Adi.

Di agenda yang sama, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menilai kelanjutan proyek multiyears tahap kedua Kali Bekasi belum jelas akibat saling lempar tanggung jawab antara Pemkot Bekasi sebagai pihak pembebasan lahan dan BBWSCC sebagai pelaksana konstruksi.

Latu mengungkapkan terdapat rencana alokasi Rp3 triliun dari pemerintah pusat, namun hingga kini anggarannya belum disahkan. Karena itu, warga menilai perlu pengawalan ketat agar proyek pengendalian banjir tidak kembali tertunda.

“Setelah masa reses, DPRD dijadwalkan memanggil pihak PU, BBWSCC, dan perwakilan pemerintah pusat, serta membuka peluang audiensi dengan Komisi II DPRD untuk membahas realisasi dana tanggul,” kata politisi PKS ini.

Ia menegaskan, tanpa percepatan penanganan, masyarakat akan terus terdampak setiap kali permukaan Kali Bekasi meningkat. Keberlanjutan proyek tanggul juga dinilai berkaitan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam pengendalian banjir nasional.

Sebagai langkah konkret, warga PML diminta membentuk kelompok kerja yang melibatkan tokoh masyarakat dan perwakilan warga untuk mengawal kelanjutan pembangunan tanggul Kali Bekasi.

Komisi II DPRD menantikan surat resmi dari warga PML sebagai dasar pembahasan lanjutan guna mencari solusi komprehensif atas persoalan banjir di kawasan tersebut.

“Buat surat permohonan audiensi ke Komisi II bahas banjir dan realisasikan dana alokasi tanggul. Bakal kena mental terus kalau kali naik,” pungkas Latu. (oke)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |