Sosialisasi Hantavirus Sampai ke Panti Sosial Disabilitas Mental Yayasan Jamrud Biru

14 hours ago 18

Beranda Metropolis Sosialisasi Hantavirus Sampai ke Panti Sosial Disabilitas Mental Yayasan Jamrud Biru

CEK KESEHATAN : Petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penghuni Yayasan Jamrud Biru di Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, Selasa (12/5). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Panti sosial disabilitas mental Yayasan Jamrud Biru di Mustikajaya menerima sosialisasi pencegahan hantavirus dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Selasa (12/5).

Sosialisasi tersebut diberikan kepada seluruh pengurus yayasan, termasuk petugas malam, perawat hingga pendamping pasien di pusat rehabilitasi masyarakat yang sedang mengalami gangguan jiwa tersebut.

Ketua Yayasan Jamrud Biru, Suhartono, mengatakan kegiatan itu bertujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus yang dapat ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.

“Dokter menjelaskan gejala hantavirus seperti demam tinggi dan tanda lainnya. Seluruh pengurus diberi pemahaman agar segera membawa pasien ke rumah sakit bila ditemukan gejala yang mengarah ke hantavirus,” kata Suhartono, kepada Radar Bekasi, Selasa (12/5).

Selain memahami gejala penyakit, para pengurus juga dibekali langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan masker dan sarung tangan saat menangani hewan pengerat, serta memastikan tidak ada sarang tikus di area yayasan.

Menurut Suhartono, edukasi juga diberikan langsung kepada pasien oleh perawat dan pendamping melalui pendekatan holistik saat penyuluhan berlangsung.

“Pasien diberi pemahaman agar tidak hidup jorok. Jika melihat tikus harus menghindar dan segera melapor kepada pendamping untuk segera ditangani,” ujarnya.

Yayasan juga menerapkan pola hidup bersih kepada pasien, mulai dari kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan tubuh dan pakaian, hingga memastikan makanan yang diberikan lebih higienis.

Tak hanya itu, pengurus rutin membersihkan seluruh sudut bangunan panti agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus. Pemeriksaan suhu tubuh pasien juga dilakukan secara berkala menggunakan termometer untuk mendeteksi kondisi kesehatan lebih dini.

“Alhamdulillah di tempat yang baru ini tidak ada tikus karena seluruh sela bangunan rutin dibersihkan setiap hari,” ucap Suhartono.

Meski demikian, pihak yayasan mengaku masih membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung kebersihan seperti vacuum cleaner, perangkap tikus, masker, sarung tangan karet hingga tambahan pasokan air bersih guna menunjang sanitasi lingkungan.

“Kami tetap siaga walaupun saat ini tidak ada tikus di lingkungan yayasan,” katanya.

Ke depan, Yayasan Jamrud Biru akan menjalankan seluruh arahan dari tenaga kesehatan dan memasang informasi tentang hantavirus di setiap sudut panti agar pengurus maupun pasien terus mengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. (rez)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |