Proyek Drainase di Jalan KH Muchtar Thabrani Picu Kemacetan

14 hours ago 16

Beranda Berita Utama Proyek Drainase di Jalan KH Muchtar Thabrani Picu Kemacetan

MACET: Perbaikan saluran air membuat arus lalu lintas di Jalan KH Muchtar Thabrani, RW 01, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, macet. FOTO: AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Proyek pembangunan saluran air atau drainase di Jalan KH Muchtar Thabrani, RW 01, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, justru memicu keluhan warga. Tanah bekas galian yang tak kunjung diangkut membuat badan jalan menyempit dan kemacetan kian sulit dihindari, terutama pada jam sibuk.

Tumpukan tanah dan material sisa galian dibiarkan berserakan di sisi jalan selama proses pekerjaan berlangsung. Kondisi itu membuat ruang kendaraan menyempit sehingga arus lalu lintas tersendat.

Warga sekitar, Rohmat, mengatakan pengangkutan tanah bekas galian dilakukan terlalu lambat. Padahal, Jalan KH Muchtar Thabrani merupakan salah satu akses yang cukup padat setiap harinya.

“Seharusnya pihak yang mengerjakan bisa membaca situasi jalan. Kalau jalannya sepi, mungkin tidak masalah diangkut lama. Tapi jalan ini padat setiap hari. Kalau tidak cepat diangkut, lalu lintas pasti tersendat,” kata Rohmat.

Menurut dia, aktivitas pengangkutan tanah dan material pada pagi, siang, maupun sore hari turut memperparah kepadatan. Kendaraan pengangkut yang keluar-masuk lokasi pekerjaan membuat ruang gerak kendaraan semakin terbatas.

“Kalau pengangkutan tanah dan material galian dilakukan pagi, siang, dan sore, pasti tambah ruwet lalu lintas di sekitar,” ujarnya.

Ia menyarankan pengangkutan material dilakukan pada malam hari ketika volume kendaraan lebih rendah. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi dampak pekerjaan terhadap pengguna jalan.

“Kalau bisa pengangkutan tanah dan material dilakukan malam hari saat lalu lintas lebih renggang. Dengan begitu tidak menimbulkan kemacetan panjang,” tambahnya.

Warga juga meminta Pemerintah Kota Bekasi turun langsung melakukan monitoring terhadap pekerjaan tersebut. Pengawasan dinilai penting agar kontraktor tidak hanya mengejar progres pembangunan, tetapi juga memperhatikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

“Kita ingin pihak terkait dari pemerintah turun langsung melakukan monitoring. Supaya bisa menegur pihak kontraktor agar bekerja secara profesional dan tidak menjadi penyebab kemacetan,” tandas Rohmat. (pay)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |