Implementasi TKA Jenjang SD Mendapat Respons Sangat Positif, Penguatan Literasi dan Numerasi jadi Fokus Utama 

15 hours ago 9

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar (SD) menunjukkan hasil yang sangat positif berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pelita Bangsa.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi pendidik dan tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan TKA, meliputi aspek pemahaman mengenai tujuan asesmen, kesiapan pelaksanaan, kendala yang dihadapi, serta pemanfaatan hasil asesmen sebagai dasar peningkatan kualitas pembelajaran.

Penelitian dilaksanakan melalui penyebaran angket kepada empat responden yang terdiri atas guru kelas IV, guru kelas V, guru kelas VI, dan tenaga administrasi (operator sekolah). Untuk menjaga etika penelitian, identitas responden disajikan dalam bentuk kode, yaitu R1 hingga R4. Masing-masing responden memberikan informasi berdasarkan pengalaman dan perannya dalam mendukung pelaksanaan TKA di sekolah.

Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa seluruh responden memberikan penilaian maksimal terhadap setiap indikator yang diukur. Guru kelas IV memperoleh skor 125 dari skor maksimum 125, guru kelas V memperoleh skor 125 dari 125, guru kelas VI memperoleh skor 150 dari 150, sedangkan tenaga administrasi memperoleh skor 135 dari skor maksimum 135. Dengan demikian, rata-rata skor seluruh responden mencapai 5,00 atau berada pada kategori sangat baik, dengan tingkat ketercapaian sebesar 100 persen pada setiap kelompok responden.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa implementasi Tes Kemampuan Akademik telah memperoleh dukungan yang sangat baik dari seluruh unsur sekolah. Para guru memiliki pemahaman yang sama bahwa TKA bukan sekadar instrumen untuk mengukur hasil belajar peserta didik, tetapi juga menjadi sarana untuk memetakan kemampuan literasi dan numerasi serta memberikan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses evaluasi dan perbaikan pembelajaran.

Analisis terhadap jawaban terbuka memperlihatkan bahwa seluruh guru memahami tujuan utama penyelenggaraan TKA sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan akademik peserta didik secara lebih komprehensif. Selain itu, asesmen dipandang mampu memberikan gambaran mengenai kemampuan literasi membaca dan numerasi siswa sehingga hasilnya dapat dijadikan dasar dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Dari aspek persiapan pelaksanaan, sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan kesiapan peserta didik maupun tenaga pendidik. Persiapan tersebut meliputi penguatan materi pembelajaran sesuai kompetensi yang diharapkan, pembiasaan kegiatan literasi membaca, penguatan numerasi melalui berbagai aktivitas pemecahan masalah, pemberian latihan soal yang mengacu pada karakteristik TKA, pelaksanaan simulasi sebelum hari pelaksanaan, serta koordinasi intensif antarguru dan pihak sekolah. Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan TKA tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan melalui proses perencanaan yang sistematis dan terarah.

Di balik capaian positif tersebut, penelitian juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi sekolah. Pada aspek akademik, beberapa responden menyampaikan bahwa motivasi belajar peserta didik yang belum merata, kemampuan literasi membaca yang masih perlu ditingkatkan, kemampuan numerasi yang belum optimal, serta tingkat kompleksitas soal menjadi kendala yang memengaruhi kesiapan sebagian siswa dalam mengikuti asesmen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan kompetensi dasar peserta didik masih menjadi fokus yang perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan.

Selain faktor akademik, tantangan juga ditemukan pada aspek teknis pelaksanaan. Beberapa responden mengemukakan bahwa kestabilan jaringan internet, kesiapan server, ketersediaan perangkat komputer atau laptop, serta proses validasi data peserta masih menjadi hambatan yang perlu diantisipasi. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur teknologi menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan penyelenggaraan asesmen berbasis digital.

Sebagai bentuk tindak lanjut terhadap berbagai kendala tersebut, responden memberikan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan TKA pada masa mendatang. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan budaya literasi dan numerasi secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, peningkatan latihan soal berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS), penguatan koordinasi antara guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung, khususnya perangkat teknologi informasi dan jaringan internet.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemanfaatan hasil TKA telah dilakukan secara optimal oleh para guru. Seluruh responden menyatakan bahwa hasil asesmen digunakan sebagai dasar refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung, bahan evaluasi untuk mengidentifikasi capaian belajar peserta didik, dasar penyusunan program remedial bagi siswa yang memerlukan pendampingan, penyusunan program pengayaan bagi siswa yang telah mencapai kompetensi, serta sebagai acuan dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif pada periode berikutnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil TKA dimanfaatkan secara nyata sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.

Dari sisi metodologis, hasil penelitian memperlihatkan adanya konsistensi jawaban yang sangat tinggi dari seluruh responden. Seluruh indikator memperoleh skor maksimum sehingga variasi data kuantitatif menjadi sangat terbatas. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi makna hasil penelitian karena analisis diperdalam melalui pengkajian terhadap jawaban terbuka responden. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai persepsi, pengalaman, tantangan, serta harapan para guru dan tenaga administrasi dalam pelaksanaan TKA.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Tes Kemampuan Akademik di sekolah dasar telah berjalan dengan sangat baik dan memperoleh dukungan penuh dari seluruh unsur sekolah. Tingginya tingkat pemahaman terhadap tujuan asesmen, kesiapan pelaksanaan yang matang, serta pemanfaatan hasil asesmen sebagai dasar evaluasi pembelajaran menjadi indikator bahwa TKA telah berkontribusi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Di sisi lain, berbagai tantangan yang masih ditemukan, terutama berkaitan dengan kesiapan akademik peserta didik dan dukungan infrastruktur teknologi, menjadi masukan penting bagi sekolah untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Melalui penguatan literasi dan numerasi, peningkatan kompetensi guru, optimalisasi koordinasi antarwarga sekolah, serta penyediaan sarana yang memadai, implementasi TKA diharapkan mampu semakin mendukung terwujudnya pembelajaran yang berkualitas dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik.  (*)

Tentang Penulis 

Berita ini disusun oleh Tim Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Pelita Bangsa, Angkatan 2024 Kelas M246A, sebagai luaran kegiatan akademik pada mata kuliah Evaluasi Pembelajaran SD.

Tim Penulis: 

1. Mega Alawiyah (132410261)

2. Galuh Arumsari (132410191)

3. Naila Khairunisa (132410192)

4. Fitri Firyai Fikra Sahada(132410193)

5. Tias Aprillia (132410029)

6. Ja’far Ridwanudin (132410164)

7. Vinsensius Juvarto Dao (132410177)

Dosen Pengampu: Septian Mukhlis, M.Pd.

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |