Wali Kota Bekasi Bakal Ngantor di RW Mulai 2027, Ingin Dengarkan Kebutuhan Masyarakat

4 hours ago 9

Beranda Berita Utama Wali Kota Bekasi Bakal Ngantor di RW Mulai 2027, Ingin Dengarkan Kebutuhan Masyarakat

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberikan keterangan kepada wartawan usai apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (14/9/2026).  FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tak mau lagi menunggu laporan dari meja birokrasi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berencana turun langsung ke tingkat rukun warga (RW). Mulai Januari 2027, Tri akan berkantor di lingkungan RW untuk melihat persoalan warga sekaligus mengecek langsung pemanfaatan dana Rp100 juta per RW.

Langkah itu disebut sebagai upaya memastikan pembangunan Kota Bekasi tidak meleset dari kebutuhan di lapangan. Sebab, persoalan tiap RW berbeda, mulai dari infrastruktur, drainase, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Mulai Januari 2027, saya berencana berkantor di RW-RW. Kita ingin melihat, mendengar, dan mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai pemerintah membuat program tetapi ternyata tidak menjawab persoalan yang dihadapi warga,” kata Tri saat menghadiri Forum Dialog Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan Indonesia di RW 24, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Sabtu (19/9/2026)

Menurut Tri, pendekatan tersebut sejalan dengan program Penataan Lingkungan RW Bekasi Keren yang kini memasuki tahun kedua. Program itu diarahkan untuk mendorong pemerataan pembangunan dengan pemanfaatan dana yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Tri menilai pengurus RW memiliki posisi penting karena menjadi pihak yang paling dekat dengan persoalan warga. Karena itu, usulan pembangunan diharapkan tidak sekadar berdasarkan keinginan, tetapi benar-benar berangkat dari kebutuhan paling mendesak.

“Ketua RW harus tahu apa yang sedang dihadapi warganya. Apakah jalan lingkungan perlu diperbaiki, apakah saluran airnya bermasalah, atau apakah masyarakat punya ruang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan pemberdayaan. Kita ingin kebutuhan itu dibicarakan dan dicarikan solusinya bersama,” ujarnya.

Rencana tersebut mendapat respons positif dari pengurus RW.

Sementara, Sekretaris Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Kelurahan Aren Jaya, Atang Kusnadi, menilai kehadiran langsung wali kota di lingkungan dapat membuka gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi pembangunan dari tingkat paling bawah.

“Sangat baik karena Pak Wali bisa tahu langsung dari arus bawah. Sangat setuju,” katanya.

Menurut Atang, kehadiran Tri juga dapat menjadi momentum untuk melihat secara langsung hasil pemanfaatan dana RW yang telah digulirkan. Di Aren Jaya, masing-masing RW telah menyusun program sesuai kebutuhan lingkungannya.

Sejumlah dana tersebut antara lain digunakan untuk membeli kursi, perangkat sound system, CCTV, peralatan Posyandu, hingga renovasi kantor RW.

“Pak Wali bisa melihat langsung apa yang sudah dilakukan di RW-RW di Aren Jaya terhadap dana yang sudah diberikan tersebut,” ucapnya.

Selain kebutuhan sarana lingkungan, para pengurus RW di Kelurahan Aren Jaya juga menyepakati pembangunan sumur resapan di masing-masing wilayah sebagai salah satu upaya mengurangi potensi banjir.

“Kita sepakat masing-masing RW harus punya sumur resapan, dibiayai dari dana yang diberikan Pak Wali Kota melalui program Bekasi Keren. Untuk tahun ini sedang berjalan,” tambahnya. (sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |