FOTO BERSAMA: Pengurus Ikatan Dai Indonesia (IKADI) dan guru Sekolah Islam Terpadu (SIT) Baitul Halim, foto bersama saat menghadiri acara. FOTO: ISTIMEWA
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ikatan Dai Indonesia (IKADI) dan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Baitul Halim terus berupaya menjawab tantangan pendidikan di era globalisasi.
Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah berbasis agama tersebut resmi menghadirkan program bilingual dengan menggunakan dua bahasa pengantar dalam proses pembelajaran, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga penguatan karakter Islami dan hafalan Al-Quran para peserta didik.
Kepala SMPIT Baitul Halim, sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Bekasi, Achmad Muwafi mengatakan, program bilingual dihadirkan sebagai bentuk inovasi pendidikan, agar siswa-siswi mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai ke Islaman.
Pihaknya berharap, penggunaan dua bahasa dalam kegiatan belajar mengajar, dapat membangun kemampuan komunikasi internasional siswa sejak dini.
Selain itu, metode pembelajaran bilingual juga diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri serta melatih pola pikir kritis dan kreatif peserta didik.
Sementara Ketua Yayasan Baitul Halim, Eko Putro Wibowo menegaskan, pihak sekolah ingin menghadirkan sistem pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan modern dan pembentukan spiritualitas siswa.
“Kami ingin memastikan bahwa peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, dan memiliki hafalan Al-Quran yang kuat, tetapi juga siap menjadi pemain global,” ujar Eko, saat ditemui di lingkungan kampus SIT Baitul Halim, Bekasi.
Ia menambahkan, program bilingual ini juga menjadi bagian dari visi besar sekolah untuk mencetak generasi Qurani yang beradab, berprestasi, dan memiliki wawasan lingkungan.
Dengan konsep pembelajaran yang lebih modern, interaktif, dan kreatif, SIT Baitul Halim, optimistis mampu melahirkan lulusan yang unggul dan siap menghadapi perkembangan dunia yang semakin dinamis.
“Penerapan bilingual bukan sekadar kemampuan bahasa, tetapi juga persiapan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas islami mereka,” ucapnya.
Melalui inovasi tersebut, SIT Baitul Halim berharap dapat menjadi sekolah rujukan dalam pengembangan pendidikan Islam modern di Kota Bekasi, sekaligus mencetak generasi yang mampu bersaing di kancah internasional. (mif/pms)

2 hours ago
9

















































