Puluhan Anak Berkebutuhan Khusus Ikuti LKSN

7 hours ago 15

KREATIF : Seorang siswi berkebutuhan khusus mengikuti lomba membatik pada ajang Lomba Kreativitas Siswa Nasional (LKSN) 2026 di SLB Negeri Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (11/5). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) dari Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkat SMP dan SMA se-Kota Bekasi mengikuti Lomba Kreativitas Siswa Nasional (LKSN) 2026 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Ajang tahunan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan keterampilan sesuai minat serta bakat masing-masing.

Ketua Pelaksana LKSN Kota Bekasi, Erika Diin mengatakan, kegiatan itu diikuti 23 peserta dari 12 SLB yang ada di Kota Bekasi. Para peserta berasal dari berbagai kategori ketunaan seperti tunarungu, tunagrahita hingga autisme.

“Hari ini kebetulan SLB se-Kota Bekasi melaksanakan lomba kreativitas siswa nasional. Ada sembilan mata lomba yang dilombakan pada hari ini,” ujar Erika, Senin, (11/5).

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi tata boga, tata busana, kriya kayu, souvenir, membatik, kecantikan, merangkai bunga, IT hingga masase.

Para pemenang nantinya akan mewakili Kota Bekasi ke tingkat Provinsi Jawa Barat sebelum melaju ke tingkat nasional.

Menurut Erika, kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun secara bertahap mulai dari tingkat sekolah, kota/kabupaten, provinsi hingga nasional.

“Setelah dapat pemenangnya baru kami turunkan lagi untuk tingkat provinsi. Dari provinsi nanti dicari lagi untuk dilombakan ke tingkat nasional,” katanya.

Ia menjelaskan, lomba keterampilan vokasional menjadi bagian penting dalam pendidikan SLB karena bertujuan membangun kemandirian siswa setelah lulus sekolah.

“Tujuan sekolah luar biasa ini supaya anak nanti selesai sekolah dia mandiri. Kalau misalnya ketunaannya agak sulit, minimal dia bisa mengurus dirinya sendiri,” jelasnya.

Selain melatih kemandirian, sekolah juga berupaya menggali potensi kreativitas siswa melalui berbagai bidang keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

“Anak yang sudah berbakat ini kita tonjolkan kemampuannya. Tujuannya meningkatkan kreativitas anak dan menjadi kebanggaan untuk dirinya sendiri,” ucapnya.

Namun dalam pelaksanaannya, pendampingan peserta tidak lepas dari tantangan, terutama bagi siswa autisme dan hiperaktif yang membutuhkan perhatian lebih dari guru pendamping.

“Tantangannya melihat mood anak. Guru harus lebih ekstra dan sabar. Apalagi kalau anak sudah ingin pulang atau kembali ke sekolah,” ungkap Erika.

Selama lomba berlangsung, setiap peserta didampingi guru dari sekolah masing-masing untuk membantu mempersiapkan kebutuhan sebelum perlombaan dimulai.

LKSN 2026 digelar selama satu hari penuh dengan sistem penilaian langsung oleh dewan juri di masing-masing ruang lomba. (rez)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |