Beranda Pendidikan Prodi Ilkom UM.ID Gandeng Bekasi Jaya, Siapkan Program Berdampak
MIFTAH/RADAR BEKASI
FOTO BERSAMA – Dari kiri ke kanan Dekan FKSB UMI,ID Saepudin, Lurah Bekasi Jaya Haryati Martina, Kaprodi Ilkom UM.ID Winda primasari foto bersama usai penandatanganan Kerjasama, kemarin.
RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR– Kampus tidak boleh hanya sibuk di ruang kelas. Ilmu pengetahuan harus turun ke tengah masyarakat, menyentuh persoalan nyata, sekaligus membantu mengembangkan potensi warga. Semangat itulah yang mengemuka dalam penandatanganan kerja sama antara Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa (FKSB) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID) dengan Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (28/8/2026).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh Dekan FKSB UM.ID Saepudin, didampingi Kaprodi Ilmu Komunikasi Winda Primasari, bersama Lurah Bekasi Jaya Haryati Martina.
Suasana penandatanganan berlangsung hangat. Tidak sekadar menjadi seremoni administratif, kerja sama tersebut diarahkan menjadi pintu masuk bagi berbagai program konkret yang mempertemukan kekuatan akademik kampus dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu bidang yang segera digarap adalah penguatan branding Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Bekasi Jaya. Potensi usaha warga dinilai memiliki ruang besar untuk dikembangkan, terutama melalui strategi komunikasi yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan era digital.
Pelaku UMKM nantinya dapat memperoleh pendampingan mulai dari membangun identitas merek, menyusun strategi komunikasi pemasaran, membuat konten media sosial, fotografi produk, hingga mengemas pesan promosi agar lebih menarik dan mudah diterima konsumen.
BACA JUGA : Menteri LH Kabinet Bayangan Iqbal Damanik Soroti PSEL, Sebut Tak Akan Pernah Jadi Solusi Jangka Panjang
“Keilmuan komunikasi harus memberikan manfaat yang nyata. Karena itu, kami ingin mahasiswa dan dosen tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga hadir di masyarakat, melihat persoalan secara langsung dan memberikan solusi sesuai kompetensinya,” ujar Dekan FKSB UMI,ID Saepudin.
Menurut dia, kerja sama dengan Kelurahan Bekasi Jaya merupakan bagian dari upaya memperluas ruang pengabdian perguruan tinggi. Kampus, kata Saepudin, memiliki sumber daya akademik yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.
“Kami berharap kerja sama ini bukan hanya berhenti pada penandatanganan. Harus ada program yang berjalan, terukur, dan memberikan dampak. Ilmu komunikasi bisa masuk ke banyak sektor, mulai dari UMKM, pemberdayaan masyarakat, komunikasi publik, sampai kegiatan sosial,” tegasnya.
Lurah Bekasi Jaya Haryati Martina menyambut positif kolaborasi tersebut. Dia menilai kehadiran perguruan tinggi dapat menjadi energi baru bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kapasitas warga dan mengembangkan potensi lokal.
“Kami menyambut hangat kerja sama ini. Mudah-mudahan kehadiran Prodi Ilmu Komunikasi UM.ID dapat membantu masyarakat Bekasi Jaya, terutama dalam mengembangkan UMKM dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya,” kata Haryati.
Kaprodi Ilmu Komunikasi UM.ID Winda Primasari menambahkan, kolaborasi tersebut juga akan membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi yang mereka peroleh selama perkuliahan.
Mahasiswa dapat dilibatkan dalam berbagai proyek berbasis masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga belajar memetakan persoalan, menentukan strategi komunikasi, berinteraksi dengan masyarakat, hingga mengevaluasi hasil program.
“Ini menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi mahasiswa. Mereka bisa melihat langsung bagaimana ilmu komunikasi bekerja di masyarakat dan bagaimana strategi komunikasi dapat membantu menyelesaikan persoalan,” ungkap Winda.
Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain program pemberdayaan dan kegiatan sosial, Kelurahan Bekasi Jaya dapat menjadi ruang penelitian bagi dosen maupun mahasiswa untuk mengkaji berbagai fenomena komunikasi di masyarakat.
Dengan demikian, kerja sama kampus dan kelurahan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen kesepakatan. Lebih jauh, kolaborasi tersebut menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dan kebutuhan warga.(mif)

2 hours ago
8

















































