Pemkot Bekasi Perkuat Pengawasan WFH ASN

1 day ago 18

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendampingi Wamendagri, Bima Arya, saat monitoring WFH ASN Pemkot Bekasi, Jumat (10/3). FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mulai mengkaji dampak kebijakan Work From Home (WFH) satu hari per pekan. Selain menjaga kinerja, kebijakan ini dibidik untuk memangkas biaya operasional hingga konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menilai pelaksanaan WFH perdana pada Jumat lalu berjalan relatif tertib. Namun, ia mengingatkan pengawasan akan diperketat agar disiplin aparatur tidak kendor di pekan-pekan berikutnya.

“Biasanya awal tertib, ke depan kita perkuat pengawasan,” ujarnya, Senin (13/4).

Tri memastikan tidak ada keluhan pelayanan publik selama WFH berlangsung. Ia menegaskan, perubahan pola kerja harus diikuti adaptasi aparatur agar layanan tetap optimal di tengah fleksibilitas kerja.

Tak hanya soal disiplin, Pemkot juga membidik efisiensi anggaran. Sejak Januari, pengaturan jam operasional kantor dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB berhasil menekan biaya listrik hingga Rp120 juta per bulan.

“Penghematan ini sudah berjalan sejak awal tahun dengan pembatasan jam operasional kantor,” katanya.

Evaluasi WFH akan diperluas, mencakup penghematan air, operasional kendaraan dinas, hingga pengeluaran pribadi ASN. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk menghitung efisiensi secara lebih komprehensif.

Pada pelaksanaan WFH perdana, sejumlah ASN hingga kepala daerah datang ke kantor menggunakan sepeda dan transportasi umum. Ke depan, pembatasan kendaraan berbahan bakar minyak juga disiapkan.

Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Nesan Sujana, menyebut pihaknya akan membatasi kendaraan berbahan bakar bensin masuk ke area kantor Pemkot setiap Jumat.

“Ke depan, tidak ada mobil berbahan bakar bensin masuk ke area Pemkot, kecuali untuk kepentingan pelayanan,” tegasnya.

Namun, kebijakan tersebut akan lebih dulu disosialisasikan kepada seluruh aparatur agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tidak menimbulkan kebingungan.

Pemkot Bekasi kini menguji keseimbangan antara efisiensi dan pelayanan. WFH tak lagi sekadar tren kerja, melainkan strategi menekan biaya tanpa mengorbankan kinerja. (sur)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |