Pemkab Bekasi Dukung Penuh Pembangunan PSEL

9 hours ago 10

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus mempercepat penanganan persoalan sampah melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Proyek PSEL yang dipimpin Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, di Ruang Rapat Bupati, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (22/7).

Dalam arahannya, Asep menegaskan Pemkab Bekasi telah menyiapkan seluruh kebutuhan dasar untuk mendukung pembangunan PSEL, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur penunjang, hingga dukungan anggaran daerah. Menurutnya, sinergi lintas perangkat daerah menjadi kunci agar proyek strategis ini berjalan sesuai target dan mampu menjadi solusi permanen atas persoalan sampah di Kabupaten Bekasi.

“Kami sedang menyiapkan seluruh kebutuhan pendukung, mulai dari pelebaran akses jalan, pembangunan jembatan, proses pembebasan lahan hingga penyiapan anggarannya. Pemerintah Kabupaten Bekasi siap mendukung penuh pembangunan PSEL ini. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis dalam lima tahun ke depan persoalan sampah di Kabupaten Bekasi dapat tertangani secara menyeluruh,” ujar Asep.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Bekasi telah menyiapkan lahan seluas lima hektare sebagai lokasi pembangunan PSEL. Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,5 miliar untuk mendukung proses pematangan lahan sebagai tahap awal sebelum pembangunan fisik dimulai.

Asep menjelaskan, pembangunan PSEL merupakan investasi jangka panjang yang akan mengubah pola pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi. Melalui teknologi modern, sampah tidak lagi hanya ditimbun di tempat pemrosesan akhir, tetapi diolah menjadi sumber energi yang bermanfaat sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.

“Ini bukan hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh tahapan persiapan harus dilakukan secara matang agar pelaksanaan proyek berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” katanya.

Di sisi lain, Pemkab Bekasi juga terus melakukan langkah jangka pendek untuk mengurangi penumpukan sampah selama proses pembangunan PSEL berlangsung. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Asiana dalam pengelolaan *Refuse Derived Fuel* (RDF), yakni teknologi yang mengolah sampah kering menjadi bahan bakar alternatif sehingga mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menurut Asep, optimalisasi RDF menjadi bagian dari strategi transisi sebelum fasilitas PSEL beroperasi penuh. Dengan demikian, penanganan sampah tetap berjalan secara berkesinambungan sekaligus mengurangi beban TPA Burangkeng.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengatakan pemerintah daerah terus mematangkan pembangunan infrastruktur penunjang menuju kawasan PSEL. Salah satu yang menjadi perhatian ialah akses jalan menuju lokasi yang dinilai masih belum memadai untuk mendukung mobilitas kendaraan operasional maupun distribusi selama proses pembangunan dan saat fasilitas mulai beroperasi.

Menurut Endin, pemerintah daerah akan mengupayakan pelebaran akses jalan melalui pengalokasian anggaran, termasuk untuk pembebasan lahan serta pembangunan jembatan sebagai bagian dari peningkatan konektivitas menuju kawasan PSEL.

“Akses menuju lokasi PSEL masih perlu ditingkatkan karena lebarnya belum memadai. Oleh karena itu, kami mengupayakan penganggaran untuk pembebasan lahan jalan maupun pembangunan jembatan sehingga akses menuju kawasan PSEL dapat mendukung operasional secara maksimal,” katanya.

Lebih lanjut, Endin menegaskan Pemkab Bekasi siap mendukung pelaksanaan program Danantara melalui pembangunan PSEL sebagai salah satu proyek strategis nasional di bidang pengelolaan sampah. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan persampahan, khususnya mengurangi beban penumpukan sampah di TPA Burangkeng.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi pada prinsipnya telah siap menjalankan program Danantara terkait pembangunan PSEL. Kami berharap keberadaan PSEL nantinya dapat menjadi solusi permanen dalam penanganan sampah dan mampu menyelesaikan persoalan penumpukan sampah di TPA Burangkeng, sehingga sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi menjadi lebih modern, efektif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara, Direktur Investasi Danantara Investment Management, Fadli Rahman, mengapresiasi komitmen Pemkab Bekasi yang dinilai telah menunjukkan kesiapan dalam mendukung percepatan pembangunan PSEL. Menurutnya, kesiapan lahan, dukungan anggaran, serta sinergi antarperangkat daerah menjadi modal penting agar proyek strategis tersebut segera memasuki tahap implementasi.

Fadli menilai keberhasilan pembangunan PSEL tidak hanya bergantung pada aspek investasi, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan infrastruktur pendukung, kepastian regulasi, serta percepatan penyelesaian berbagai kebutuhan teknis di lapangan. Karena itu, koordinasi antara Danantara dan Pemkab Bekasi menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai rencana.

“Kami melihat Pemerintah Kabupaten Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung percepatan pembangunan PSEL. Kesiapan lahan, dukungan anggaran, dan koordinasi lintas perangkat daerah menjadi fondasi yang sangat baik bagi kelancaran pelaksanaan proyek ini. Kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan agar investasi dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Fadli.

Ia menambahkan, pembangunan PSEL merupakan investasi berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi. Proyek tersebut diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah modern yang dapat direplikasi di berbagai daerah sekaligus mendorong terciptanya ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah yang memiliki nilai tambah.

“Kami berharap pembangunan PSEL di Kabupaten Bekasi dapat berjalan sesuai target dan menjadi model pengelolaan sampah yang modern, efisien, serta berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis proyek ini akan memberikan dampak nyata dalam mengurangi persoalan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi di masa mendatang,” pungkasnya. (and/adv)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |