Lulusan FKSB Siap Tembus ke Jepang

5 hours ago 8

Webinar FKSB Universitas Muhammadiyah Indonesia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi peluang karier global, khususnya di Jepang.

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Webinar peluang karier internasional yang diselenggarakan Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa (FKSB) Universitas Muhammadiyah Indonesia menyoroti pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja global, khususnya di Jepang. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah alumni dan akademisi yang berbagi pengalaman serta strategi menembus pasar kerja luar negeri.

Dekan FKSB Saefudin menegaskan bahwa dunia pendidikan harus selaras dengan kebutuhan industri.

“Ini menjadi salah satu komitmen kami di FKSB dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujarnya.

Dalam webinar tersebut, Muhammad Aldi Wijaya, alumnus UMI yang kini bekerja di pusat pengemasan di Jepang, mengungkapkan pentingnya kemampuan komunikasi dalam menghadapi lingkungan kerja lintas budaya.

“Kemampuan berbicara di depan umum dan berkomunikasi efektif sangat membantu dalam proses adaptasi, terutama dengan budaya kerja Jepang yang disiplin dan menuntut ketepatan waktu,” katanya.

Aldi juga mengakui adanya tantangan di awal bekerja, mulai dari hambatan bahasa hingga perbedaan budaya kerja. Namun, menurutnya, tantangan tersebut dapat diatasi dengan kesiapan mental dan kemauan belajar yang tinggi. Ia mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri sejak dini, termasuk menghadapi jam kerja yang panjang dan tuntutan profesionalisme tinggi.

Pembicara lain, Lulu Nurfadilah, lulusan sastra Inggris yang kini bekerja di bidang sumber daya manusia di perusahaan Jepang, menekankan pentingnya penguasaan bahasa dan pemahaman budaya.

“Kemampuan bahasa, baik Inggris maupun Jepang, menjadi kunci utama untuk membuka peluang kerja, terutama di perusahaan internasional,” ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Indonesia Ciptakan AI Olahraga

Sementara itu, akademisi sekaligus ahli sastra Jepang, Onin Najmudin, memaparkan strategi konkret dalam membangun karier di Jepang. Ia menjelaskan pentingnya memahami jenis visa kerja, seperti visa teknik dan program magang teknis, serta meningkatkan kemampuan bahasa Jepang melalui sertifikasi seperti JLPT.

“Perencanaan karier harus dilakukan secara matang, termasuk memahami kebutuhan industri di Jepang yang saat ini membutuhkan tenaga kerja asing di berbagai sektor,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kemampuan bahasa Jepang minimal level N5 hingga N2 menjadi syarat umum, tergantung pada bidang pekerjaan.

Diskusi semakin interaktif saat sesi tanya jawab, di mana peserta menanyakan berbagai hal mulai dari persyaratan visa, tingkat kemahiran bahasa, hingga kisaran gaji di Jepang. Para pembicara sepakat bahwa peluang bekerja di Jepang terbuka lebar, namun membutuhkan persiapan yang konsisten dan terarah.

“Tidak ada kata terlambat untuk memulai, tetapi yang terpenting adalah komitmen dan konsistensi dalam belajar bahasa serta memahami budaya kerja Jepang,” kata Aldi.

Webinar ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa tentang peluang karier global sekaligus mendorong mereka untuk lebih siap menghadapi persaingan kerja internasional. (mif)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |