Alasan Wali Kota Bekasi Belum Tutup Perlintasan Sebidang Ampera Bekasi Timur

8 hours ago 14

Beranda Bekasi Alasan Wali Kota Bekasi Belum Tutup Perlintasan Sebidang Ampera Bekasi Timur

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mengonfirmasi telah melakukan pemasangan palang pintu sementara di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur pada, Rabu 29 April 2026. Foto: Zakky Mubarok/radarbekasi.id.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, membeberkan alasan mendasar Pemkot Bekasi belum mengambil langkah penutupan total pada perlintasan sebidang di wilayah Kota Bekasi, khususnya di titik krusial seperti Bulak Kapal dan Ampera, Bekasi Timur.

Menurutnya, keputusan itu sulit diambil lantaran membutuhkan pertimbangan matang terkait dampak sosial dan kelancaran arus lalu lintas di area tersebut.

“Kan lalu lintasnya padat. Kalau itu ditutup, justru nanti Jalan Nasionalnya terganggu. Kalau, Jalan Nasional terganggu, kan kita juga harus mengedepankan Lalu Lintas jalan yang menerus. Jumlah kapasitasnya juga lebih tinggi. Jadi memang menjadi pilihan yang sulit,” ujar Tri saat ditemui di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (4/05/2026).

Tri mengungkapkan, saat ini Pemkot Bekasi masih melakukan evaluasi bertahap terhadap penanganan lintasan kereta api di sejumlah titik. Ia menyatakan, ke depan jika rencana pembangunan flyover dapat segera terwujud maka perlintasan Bulak Kapal dan Ampera akan ditutup.

“Ya kan kita lagi evaluasi, sambil jalan terus. Dan kita yakini nanti setelah kan ini akan dibangun Flyover. Ya akan kita tutup dua lintasan itu,” sambungnya.

BACA JUGA: Pemkab Bekasi Bakal Benahi 10 Titik Perlintasan Sebidang Buntut Tabrakan Kereta, Anggaran Rp15 Miliar

Sebelumnya, Direktur PT KAI Boby Rasyidin mengatakan, tidak akan memberi toleransi terhadap perlintasan sebidang liar. Ia memastikan KAI akan menutup perlintasan liar tersebut jika tidak memenuhi syarat standar keamanan.

“Untuk keselamatan tidak ada kompromi seperti yang saya sampaikan tadi. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi kita sudah lihat sedikit saja aspek keselamatan terganggu sedemikian banyak korban yang berjatuhan,” Kata Boby di Stasiun Bekasi Timur, pada Rabu 29 April 2026.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keselamatan di kawasan perlintasan kereta api dengan tidak membuat perlintasan liar karena dapat mengganggu jarak pandang masinis serta meningkatkan risiko kecelakaan.

Pasalnya, saat ini PT KAI bersama dengan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Dirjen Perkeretapian tengah melakukan penertiban yang ketat.

“Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat juga dalam dua hal. Satu adalah tidak membuat perlintasan liar lagi. Saya ulangi, tidak membuat perlintasan liar lagi. Ketika membuat perlintasan liar ini, maka satu, menghalangi visibility dari masinis kami,” imbuhnya.

“Yang kedua, jika ada perlintasan-perlintasan yang sudah dijaga, sudah dipasang alatnya, jangan dilanggar. Yang ditutup, yang kami sudah tutup, karena tidak memenuhi syarat-syarat keselamatan, mohon jangan dibuka lagi,” tutupnya. (zak)

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |