Islam Menjaga dan Memuliakan Perempuan

4 hours ago 10

Beranda Opini Islam Menjaga dan Memuliakan Perempuan

Oleh. Achmad Muwafi, Lc Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Bekasi, Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Kepala SMPIT Baitul Halim Bekasi

Kepala SMPIT Baitul Halim, Achmad Muwafi, Lc

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perempuan dalam Islam memiliki kedudukan dan posisi yang sangat mulia. Mereka dimuliakan dalam seluruh tahap kehidupan yang mereka lalui.

Ketika seorang perempuan sebagai anak, maka Islam mewajibkan agar berbuat baik kepadanya, memberikan pendidikan dan asuhan yang baik, supaya menjadi perempuan yang shalihah yang mampu menjaga kesucian dan kehormatannya. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang merawat dua anak perempuan hingga baligh, maka pada hari kiamat, saya dan dia kedudukannya seperti ini-seraya menempelkan jari telunjuk dan jari tengahnya-“ (HR. Muslim).  Hadits ini menegaskan bahwa Islam telah memberikan jaminan balasan surga bagi orang tua yang memperlakukan anak-anak perempuannya dengan baik.

Sebagai ibu, Islam juga memeberikan tempat yang sangat Istimewa dengan mewajibkan untuk berbakti kepadanya bahkan menduduki skala prioritas dalam berbakti. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dikisahkan ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” beliau menjawab, “Ibumu”. Lelaki itu bertanya. “Lalu siapa?” Beliau menjawab “Ibumu”. Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Beliau menajwab. “Ibumu”. Lalu ia bertanya, “Setelah itu siapa?” Beliau menjawab, “Ayahmu”. Pengulangan tiga kali penyebutan ibu ini menunjukkan adanya prioritas dalam berbakti kepada ibu dibanding dengan ayah.

Para ulama menjelaskan bahwa ibu dalam hadits ini disebutkan tiga kali karena ibu menghadapi tiga beban besar yang tidak ditanggung oleh ayah yaitu ketika mengandung, melahirkan dan menyusui.  Hal ini sebagaimana dalam firman Allah SWT, “Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihkan dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah kamu kamu kembali.” (QS. Luqman ayat 14).

Read Entire Article
Tenaga Kerja | | | |